Pebparindo Minta Pada Presiden Jokowi, Relaksasi Kredit Bukan Sekedar Wacana

0

INAnews.co.id, Jakarta-Tak dapat dipungkiri, wabah Virus Corona di Indonesia membuat bisnis transportasi terkena dampak cukup signifikan.Secara umum, jelas kondisi seperti saat ini telah memukul dunia usaha dan memukul segi investasi di sektor transportasi karena terjadinya penurunan volume muatan barang dan orang di transportasi khususnya angkutan darat.

“Keluhan yang saya dengar juga dari tukang ojek, sopir taksi yang sedang memiliki kredit motor atau mobil, atau nelayan yang sedang memiliki kredit saya kira sampaikan ke mereka tidak perlu khawatir karena pembayaran bunga atau angsuran diberikan kelonggaran selama 1 tahun.”

Pernyataan Presiden Joko Widodo pada Selasa (24/03/2020) di atas memang menghibur masyarakat yang selama ini memiliki cicilan kendaraan bermotor, khususnya para sopir ojek online (ojol) atau pengusaha angkutan, Apalagi di tengah situasi seperti saat ini yakni adanya pandemi virus corona COVID-19.

Namun, tak semuanya menyambut gembira atas pernyataan Presiden Jokowi itu. Industri perbankan dan pembiayaan (leasing) nyatanya kalang kabut dengan kebijakan Jokowi ini. Penyebabnya, Jokowi ternyata belum mengeluarkan aturan jelas atas kebijakan yang diucapkannya secara lisan ini.

Hal inilah yang membuat Januar Wan  dalam konferensi perssnya Rabu siang 01/04/20,Dirinya  selaku  ketua PebParindo menuntut kejelasan pemerintah atau Bapak Presiden Jokowi, adanya sinergi antara pihak pemerintah dan perbankan, non-bank, OJK, serta Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) berkenaan dengan pernyataan tersebut, agar dapat segera diimplementasikan dilapangan secara serentak dan berkesinambungan pada skala nasional.

Januar Wan Mewakili ribuan anggota yang dinaunginya,secara tegas meminta kepada pemerintah selanjutnya bisa segera mengeluarkan produk hukum yang jelas, terkait relaksasi kredit tadi. Agar tidak menimbulkan salah paham, antara debitur dan kreditur.

Dalam konferensi perss tadi  Januari Wan Ketua Asosiasi Perkumpulan Pengusaha Bus Pariwisata dan Rental Indonesia (PEBPARINDO) didampingi oleh Arif My Garasi, perwakilan dari komunitas Buser Rentcar Nasional (BRN), Bang Wawan juga dari BRN serta Mas Rihan dari RCI (RentCar Indonesia).Juga beberapa driver yang mewakili rekan rekan driver yang terlibat langsung dilapangan.

Tidak ada order mobil hanya parkir di garasi

Sementara itu Arif My Garasi dan  Bang Wawan dari  Buser Rentcar Nasional (BRN), Menyatakan secara tegas BRN  akan terus mengawal dan menindaklanjuti apa yang disampaikan pemerintah mengenai relaksasi (kelonggaran) untuk para pengusaha rental mobil,karena dari pihak BRN banyak mendapat pengaduan adanya benturan antara pihak leasing dengan anggota PebParindo walau pemerintah sudah mengeluarkan kebijakan relaksasi kredit untuk para pengusaha rental mobil. Sebagaimana video yang sempat viral di Kelapa Gading,atas terjadinya insiden itu ternyata pihak leasing belum bisa melaksanakan instruksi presiden.

Akibat wabah corona mobil hanya standby di garasi tidak ada order

Rihan selaku Ketua RCI (RentCar Indonesia) Jabodetabek menambahkan, sejak wabah covid-19 ini merebak  kondisi jasa penyewaan kendaraan sangat memprihatinkan.Omzet bulanan perusahaan rental kendaraan turun drastis 95 persen hingga banyak anggota mengkandangkan kendaraannya karena tidak ada order.

Order rental terjun bebas tidak ada pemasukan yang signifikan, oleh karena itu timbul rasa kekhawatiran terhadap masa depan bisnis ini. Kami ingin pemerintah bersinergi dengan OJK dan pihak leasing atau pihak perbankan agar relaksasi kredit ini benar benar bisa diberlakukan sampai perekonomian kembali normal, tuturnya.

Komentar Anda

Your email address will not be published.