Menu

Mode Gelap
Ketegangan AS-Venezuela Ancam Stabilitas Pasar Minyak Global, Indonesia Berpotensi Terpengaruh Mahfud MD: Pelaporan Panji Pragiwakono Tidak Punya Legal Standing Menyambut Baik Langkah Kemkes Prioritaskan Rehabilitasi Rumah Nakes Terdampak Bencana Eks DPRD Mitra Bantah Terlibat PETI, Ketua Umum GTI Sebut Itu Kepanikan Yang Berlebihan Polda Sulut Segera Tangkap DM GAPEMBI Dukung RUU MBG Agar Dana Pendidikan tak Lagi Dipersoalkan Parpol di Indonesia Dinilai Bukan Partai Sejati, Melainkan “Perusahaan Keluarga”

UPDATE NEWS

Berkat Bunda Khouni, Chelsea Dan Muna Berhasil Di Evakuasi

badge-check


					Berkat Bunda Khouni, Chelsea Dan Muna Berhasil Di Evakuasi Perbesar

INAnews.co.id Bitung- Pasca diguyur hujan seharian di Kota Bitung, membuat Chelsea dan Muna panggilan buat kedua ular piton, yang di pelihara oleh warga di evakuasi ke penangkaran hewan Tasikoki oleh pihak BKSDA Kota Bitung, Senin 14 September 2020.

Evakuasi yang difasilitasi oleh Bunda Khouni Lomban Rawung ini berjalan dengan baik, karena memakai tenaga ahli dari Tasikoki itu sendiri, ular piton yang sudah di pelihara selama 12 Tahun dan panjang sekitar 4-5 Meter tersebut, diketahui setelah terjadi banjir pada hari minggu 13 September 2020.

Menurut Bunda Khouni, ular tersebut bukan diambil oleh pemerintah tapi akan di rawat, dan pemilik ular tersebut harus memiliki ijin dan tempat yang memadai untuk memeliharanya agar tidak mati.

“Pak Walikota tadi mengapresiasi ada masyarakat yang senang mau merawat satwa liar, serta ada kesadaran mau menyerahkan satwa tersebut ke pemerintah mengingat kota Bitung sedang terjadi luapan air akibat curah hujan yang tinggi,” ucap Bunda Khouni.

Masih di tempat yang sama, Kepala Seksi Wilayah I BKSDA Sulut, Yakub Ambagau yang turun langsung dalam evakuasi tersebut mengatakan, akan mengembalikan kedua ular piton tersebut kepada pemiliknya apabila telah mengurus perijinan dan memiliki tempat yang sesuai standart.

“Satwa liar tak bisa sembarang dipelihara oleh masyarakat. Karena kedua ular ini dipelihara tanpa ijin maka kami akan evakuasi sementara ke Tasikoki. Kalau keluarga ini bersedia mengurus ijin secara resmi, maka akan segera kami kembalikan,” Ujar Ambagau.

Turut hadir dalam evakuasi ular tersebut, Kepala Dinas DLH, Lurah dan Camat Madidir serta warga yang tinggal di seputaran tempat evakuasi ular piton tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Eks DPRD Mitra Bantah Terlibat PETI, Ketua Umum GTI Sebut Itu Kepanikan Yang Berlebihan Polda Sulut Segera Tangkap DM

15 Januari 2026 - 12:11 WIB

Peringati HBI ke 76, Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta Buka Pelayanan Pada Hari Sabtu

12 Januari 2026 - 21:59 WIB

Gakeslab Indonesia Salurkan Bantuan Korban Bencana Alam Sumatera Dan Rehabilitasi RSUD Aceh Tamiang

10 Januari 2026 - 13:06 WIB

Populer NASIONAL