INAnews.co.id, Jakarta – Halal Bihalal adalah saling maaf-memaafkan setelah menunaikan ibadah puasa Ramadhan selama satu bulan penuh. Kegiatan biasanya setelah pasca Hari Raya Idul Fitri yang dilaksanakan sebagai bentuk silaturahmi.
Kegiatan ini sudah menjadi salah satu tradisi yang berkembang di kalangan masyarakat Islam Indonesia setiap tahun yang bertujuan menjalin silaturahmi untuk saling memaafkan.
Seperti yang dilaksanakan DPW PPSI Jakarta bersama dengan para anggota pencak silat tradisi se-Jabodetabek, Pada Sabtu (21/05/2022) menggelar Halal Bihalal dan Latihan Gabungan Pencak Silat Tradisi di Lapangan Museum Fatahillah Kota Tua Jakarta setelah dua tahun vakum karena mewabahnya pandemi Covid 19.
Acara silaturahmi Halal Bihalal dan LatGab bulanan ini diikuti oleh 11 perguruan pencak silat tradisi. Tampak hadir Ketua DPD PPSI Depok, Ki Jujun, Ketua Perguruan Pencak Silat Gadjah Putih Tandang Makalangan, Bandung, Kang Bayu dan tetamu lainnya. Selain atraksi seni pencak silat dari masing-masing perguruan juga ditampilkan atraksi silat debus Singa Rantai Pasundan Minahasa. Seluruh peserta Latgab pencak silat didominasi oleh kalangan milenial.

Dalam keterangannya pada awak media yang ikut hadir menyaksikan, Firman Haris selaku Ketua DPW PPSI DKI Jakarta menuturkan “Halal bihalal ini dimaksudkan untuk memperkuat ikatan silaturahmi antar perguruan pencak silat tradisi dari beragam aliran, sambil bermunajat kepada Allah SWT,” ujarnya.
Mendukung penuturan Firman Haris selanjutnya Yudie sebagai Wakil Ketua Umum DPW PPSI DKI Jakarta menambahkan, “Latgab pencak silat tradisi ini sudah menjadi agenda rutih PPSI Jakarta sejak tahun 1980-an. Tempat latgabnya di halaman samping Beos dan gedung BNI, selain itu juga di Silang Monas.” Kemudian sejak tahun 2012, (Alm.) Deden S., Ketua PPSI Cakra Buana, kegiatan Latgab ini dirintis kembali di ruang publik, Taman Fatahillah Kota Tua Jakarta, insya Allah hingga seterusnya.
“Seni budaya pencak silat tradisi yang berasal dari Indonesia telah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya tak benda dunia pada tahun 2019.” pungkas Yudie.

Tampak di lapangan terlihat Atraksi Latgab bulanan ini sangat cocok ditampikan di Taman Fatahillah Kota Tua Jakarta sebagai kawasan cagar budaya dan destinasi wisata sejarah. Tampak beberapa wisatawan mancanegara yang sedang melintas di lokasi kegiatan, antusias mendatangi, mendokumentasikan dan minta foto bersama para pesilat.






