Menu

Mode Gelap
Ekspor Indonesia Masih Terjebak di Komoditas Mentah, Daya Saing Terancam Kedaulatan Rakyat Harus Dikembalikan Indonesia Pilih Perdamaian, Ingin Jadi Teman Semua dan Musuh tak Seorang Pun Otoriter ke Oligarki, Bukan ke Rakyat Indonesia Negara Paling Bahagia dan Optimis di Dunia Ganti Tujuh Menteri untuk Percepat Pengembalian Kedaulatan

GAYA HIDUP

Tas SITUFU: Perpaduan Gaya dan Kepedulian Terhadap Lingkungan

badge-check


					Tas SITUFU Futuneur Student Company dari SMKN 57 Jakarta Perbesar

Tas SITUFU Futuneur Student Company dari SMKN 57 Jakarta

JAKARTA, INAnews – Di tengah hiruk pikuk dunia fashion yang penuh dengan kemewahan dan tren yang selalu berganti, munculah sebuah gebrakan baru dari organisasi Futuneur Student Company dari SMKN 57 Jakarta.

Sekelompok anak muda kreatif ini menghadirkan inovasi baru yaitu SITUFU BAG, sebuah tas yang unik namun tetap stylish yang tak hanya memanjakan mata, tetapi juga membawa misi mulia untuk mengurangi limbah kain yang berakhir di TPA tanpa aksi pendaur-ulangan.

Menurut President Futuneur Student Company, Carissa Aurelia Wibowo, tas SITUFU bukanlah sembarang tas biasa. Di balik desainnya yang trendy dan disukai oleh kalangan muda, material yang digunakan berkualitas meskipun dari kain hasil daur ulang limbah kain. Setiap 1 produk tas SITUFU menggunakan 15 Kg dari limbah kain yang mereka dapat melalui Campaign: Collect The Textile Waste Campaign di Jakarta.

Pembuatan tas SITUFU merupakan proses kreatif yang terencana dan melibatkan kolaborasi dari berbagai pihak. Pihak Futuneur SC berperan penting sebagai pengumpul limbah kain, dengan dropbox dari program kampanye, serta sebagai pengelola situs web dan perancang informasi terpercaya dan lengkap di website.

“Proses ini tidak hanya membantu mengurangi polusi tekstil, tetapi juga mentransformasi limbah menjadi sumber daya berharga. Campaign: Collect The Textile Waste yang teman-teman Futuneur SC lakukan telah memperoleh 400+ Kg limbah kain melalui 10 instansi dan perusahaan di Jakarta, dalam kurun waktu hanya 1 bulan. Hal ini menandakan betapa bahayanya dan seriusnya isu dari limbah kain di Indonesia yang berasal dari fast-fashion,” papar Carissa.

Setelah kain limbah terkumpul, Futuneur SC bekerja sama dengan Pabrik Pable Indonesia di Surabaya untuk menghasilkan tas dari bahan kain daur ulang berkualitas tinggi. Proses daur ulang kain ini juga melibatkan pengrajin lokal dari Desa Karangrejo, Surabaya, yang dikenal sebagai desa penenun karena mayoritas masyarakat bekerja sebagai penenun.

“Limbah kain ini diolah menjadi benang yang kemudian dililit di alat bernama balen, lalu ditenun dengan dua metode: Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) secara manual dengan tangan dan kaki, serta Alat Tenun Pakai Mesin,” tambah Carissa.

Futuneur Student Company dari SMKN 57 Jakarta

Futuneur Student Company dari SMKN 57 Jakarta

QR Code: Jendela Menuju Petualangan Baru

Menariknya, tak hanya peduli lingkungan, tas SITUFU juga menghadirkan pengalaman digital yang menarik bagi penggunanya. Setiap tas dilengkapi dengan kode QR unik yang terpasang pada keychain maskot FUFU maupun TUTU, yang sudah termasuk dalam pembelian 1 produk.

“Ketika dipindai, kode QR ini akan mengantarkan pengguna ke situs web eksklusif Futuneur SC yang hanya bisa diakses oleh customer dari Futuneur SC. Web ini penuh dengan informasi lengkap mulai dari kuliner hingga pariwisata di Indonesia,” lugas Research and Development Manager, Givar Aksaramadhan.

Situs web Futuneur bukan sekadar platform informasi biasa. Di sini, pengguna akan menemukan suasana baru dalam berpetualang Ekowisata / Eco-Tourism di Indonesia, tentunya sudah termasuk itinerary yang terverifikasi oelh professional! Terdapat juga resep masakan lokal dari berbagai flora di Indonesia, yang mulai dari buah hingga daunnya dapat dimanfaatkan.

“Selain itu, customer juga mendapatkan edukasi tentang eco-living dan eco-traveling secara terperinci. Karenanya, Futuneur mengundang para pengguna untuk menjelajahi keindahan alam dan kekayaan budaya Indonesia dengan cara yang bertanggung jawab,” pungkas Givar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Bogor Keratif 2026 Siap Hadirkan Festival Kreativitas di GOM Gunung Putri

23 Januari 2026 - 14:13 WIB

Realitas Beban Ganda yang Masih Dihadapi Perempuan Indonesia

7 Januari 2026 - 08:21 WIB

Jangan Makan Buah Berlebihan

31 Desember 2025 - 12:20 WIB

Populer GAYA HIDUP