Menu

Mode Gelap
Ekspor Indonesia Masih Terjebak di Komoditas Mentah, Daya Saing Terancam Kedaulatan Rakyat Harus Dikembalikan Indonesia Pilih Perdamaian, Ingin Jadi Teman Semua dan Musuh tak Seorang Pun Otoriter ke Oligarki, Bukan ke Rakyat Indonesia Negara Paling Bahagia dan Optimis di Dunia Ganti Tujuh Menteri untuk Percepat Pengembalian Kedaulatan

BUDAYA

Penutupan APKASI Otonomi EXPO Menampilkan Seni Budaya

badge-check


					Foto: terkait Penutupan APKASI Otonomi EXPO yang menampilkan seni budaya, dok. istimewa Perbesar

Foto: terkait Penutupan APKASI Otonomi EXPO yang menampilkan seni budaya, dok. istimewa

INAnews.co.id, Jakarta– Kegiatan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Otonomi EXPO tahun 2024 yang berlangsung sejak 10 Juli akan segera ditutup pada hari ini, Jumat, 12 Juli 2024.

Penutupan acara tahunan ini dirangkaikan dengan beberapa selingan acara di antaranya penampilan seni budaya untuk beberapa daerah.

Beberapa peserta tari yang berkesempatan tampil di acara puncak ini di antaranya dari daerah Sleman, Morowali Utara, Serang, Bogor dan Kolaka.

Penari dari Kabupaten Sleman tampil sebagai peserta pertama dengan menampilkan tarian bertema Tari Labuhan Merapi.

Tarian ini memiliki makna filosofis sebagai bagian dari Daerah Istimewa Yogyakarta yang berdiri di atas nilai-nilai filosofis yang mengakar dan terus tumbuh hingga saat ini.

Seperti tata kota yang mengacu kepada garis imajiner dari Pantai Parangtritis hingga Gunung Merapi. Makna dari tarian ini merepresentasikan garis imajiner yang merupakan gagasan dari Sri Sultan Hamengkubuwana I yang memiliki makna perjalanan hidup manusia, yakni lambang keselarasan dan keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan alam, dan dengan sesama manusia.

Keselarasan dan keseimbangan hubungan dengan Tuhan dan alam diwujudkan melalui ritual rasa syukur yang dilaksanakan setiap tahunnya pada tanggal 1 Ruwah atau pada tahun ini jatuh pada tanggal 5 Maret 2022 dilaksanakan Upacara Adat Labuhan di Gunung Merapi dan Pantai Parangtritis yang digelar oleh Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Kedaulatan Rakyat Harus Dikembalikan

23 Januari 2026 - 22:25 WIB

Indonesia Pilih Perdamaian, Ingin Jadi Teman Semua dan Musuh tak Seorang Pun

23 Januari 2026 - 21:55 WIB

Otoriter ke Oligarki, Bukan ke Rakyat

23 Januari 2026 - 21:20 WIB

Populer POLITIK