Menu

Mode Gelap
Mahasiswa Trisakti Kecewa Sikap Prabowo soal Koruptor Novel Baswedan: Korupsi adalah Pengkhianatan Negara Empat Dokter Muda Meninggal: Evaluasi Menyeluruh Sistem Internship Sertifikasi Aktivis HAM Ibarat “Pilah-Pilih” Indeks Pers Indonesia 129 dari 180 Negara Ekosistem Media Sekarat

POLITIK

Terlalu Awal Kata Anies untuk Menentukan Sikapnya di Pilkada DKI Jakarta

badge-check


					Foto: Anies Baswedan/tangkapan layar Perbesar

Foto: Anies Baswedan/tangkapan layar

INAnews.co.id, Jakarta– Anies Rasyid Baswedan mengatakan terlalu awal untuk menyatakan sikapnya pada Pilkada DKI Jakarta. Anies mengatakan demikian untuk merespons adanya kabar yang menyebutkan bahwa dirinya telah mendukung salah satu paslon.

“Pada saatnya kita harus bersikap. Tapi saat ini terlalu awal. Terlalu awal untuk menyatakan mendukung A, atau mendukung B, atau mendukung C, atau tidak mendukung semuanya,” ujar Anies, lewat video pendek yang diunggahnya di akun X-nya, Senin (23/9/2024).

“Kenapa masih awal? Saat ini, dokumen rencana kerja saja belum kita baca. Visi, misi, kita belum lihat. Nilai apa yang akan dibawa, nilai apa yang akan dipertahankan, nilai apa yang akan diperjuangkan. Karena, yang disebut sebagai ‘Anak Abah’, yang kemarin berjuang bersama-sama, ini mendukung Anies bukan semata-mata soal orangnya. Tapi soal nilai, soal gagasan, soal rencana, soal misi,” tambah Anies.

Bicara menentukan pilihan, kata Anies, tidak bisa menentukan pilihan tanpa tahu apa nilainya, apa gagasannya, apa rencananya. Apalagi hanya dengan diajak.

“Saya rasa kita semua selama ini tidak pernah menentukan pilihan semata-mata karena diajak. Kalau karena diajak, mana nilainya? Mana visinya?” kata dia.

“Itulah yang membuat kita kemarin berjuang bersama dan itulah yang membuat Jakarta menjadi berbeda. Karena, ketika kita bertugas, kita sama-sama memegang nilai yang hendak kita laksanakan bersama-sama,” ia menambahkan.

Kendati begitu, pada akhirnya kata dia semua akan menentukan (pilihan).

“Jadi menurut saya terlalu awal saat ini untuk menentukan sikap, menentukan pilihan. Tapi minimal sekurang-kurangnya lihat dulu dokumen visinya, lihat dulu misinya, lihat dulu rencana kerja. Minimal lihat itu,” terangnya.

“Lalu jangan buru-buru. Masih panjang waktunya. Jadi saya berharap pada semua, sabar, pantau, bandingkan, nanti baru kemudian menentukan arahnya ke mana,” kataya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Sertifikasi Aktivis HAM Ibarat “Pilah-Pilih”

4 Mei 2026 - 18:59 WIB

Indeks Pers Indonesia 129 dari 180 Negara

4 Mei 2026 - 17:57 WIB

Pengamat Politik Kritik Rencana Penutupan Prodi

3 Mei 2026 - 19:54 WIB

Populer POLITIK