Menu

Mode Gelap
Ekspor Indonesia Masih Terjebak di Komoditas Mentah, Daya Saing Terancam Kedaulatan Rakyat Harus Dikembalikan Indonesia Pilih Perdamaian, Ingin Jadi Teman Semua dan Musuh tak Seorang Pun Otoriter ke Oligarki, Bukan ke Rakyat Indonesia Negara Paling Bahagia dan Optimis di Dunia Ganti Tujuh Menteri untuk Percepat Pengembalian Kedaulatan

SOSIAL

Beriman dan Bertakwa adalah Kunci Berkah untuk Indonesia

badge-check


					Foto: jemaah Reuni Akbar 212 Tahun 2024 di Monas/tangkapan layar Perbesar

Foto: jemaah Reuni Akbar 212 Tahun 2024 di Monas/tangkapan layar

INAnews.co.id, Jakarta– Habib Rizieq Shihab (HRS), eks Ketum Front Pembela Islam (FPI) mengatakan bahwa kunci keberkahan itu adalah beriman dan bertakwa. “Niscaya pasti akan dibuka keberkahan. Baik diturunkan dari langit maupun dikeluarkan dari bumi. Ini sesuai dengan firman-Nya dalam Alquran,” ujar HRS di Reuni Akbar 212 Tahun 2024 di Monas, Jakarta Pusat, Senin (2/12/2024).

“Jadi kalau kita mau Indonesia berkah maka beriman dan bertakwa,” imbuhnya.

Beriman dan bertakwa itu maksudnya kata HRS, kita tunduk pada hukum Allah. Baik hukum berkenaan dengan pribadi-perorangan, hukum yang berkaitan dengan rumah tangga, hukum yang berkaitan dengan sosial-kemasyarakatan, sampai kepada hukum yang berkaitan dengan tata negara.

“Tunduk pada hukum Allah. Kalau kita tunduk, beriman pada hukum Allah, akan berkah,” kata dia.

“Jadi jangan mimpi Indonesia berkah kalau hukum Allah dilecehkan. Jangan mimpi Indonesia berkah kalau hukum Allah ditinggalkan. Jangan mimpi Indonesia berkah kalau Alquran dibelakangkan,” katanya lagi.

Menyoal itu, ia berharap, semoga di kepemimpinan baru saat ini, Presiden Prabowo Subianto, bisa selalu mengedepankan ayat suci di atas ayat konstitusi. “Jadikan Indonesia ini berkah. Kami seluruh rakyat akan dukung Bapak, kalau Bapak mengajak bangsa Indonesia taat kepada Allah dan Rasul-Nya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Kedaulatan Rakyat Harus Dikembalikan

23 Januari 2026 - 22:25 WIB

Otoriter ke Oligarki, Bukan ke Rakyat

23 Januari 2026 - 21:20 WIB

Ganti Tujuh Menteri untuk Percepat Pengembalian Kedaulatan

23 Januari 2026 - 20:18 WIB

Populer POLITIK