Menu

Mode Gelap
Ekspor Indonesia Masih Terjebak di Komoditas Mentah, Daya Saing Terancam Kedaulatan Rakyat Harus Dikembalikan Indonesia Pilih Perdamaian, Ingin Jadi Teman Semua dan Musuh tak Seorang Pun Otoriter ke Oligarki, Bukan ke Rakyat Indonesia Negara Paling Bahagia dan Optimis di Dunia Ganti Tujuh Menteri untuk Percepat Pengembalian Kedaulatan

METRO

Mobil Listrik Berbagai Mereka Penuhi Jalan, Politisi Ini Ingat Dahlan Iskan

badge-check


					Foto: dok. ist Perbesar

Foto: dok. ist

INAnews.co.id, Jakarta– Politisi Demokrat Jansen Sitindaon tiba-tiba ingat mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan, ketika ia mengaku banyak melihat hari-hari ini mobil listrik memenuhi jalanan dengan berbagai merek dari negara lain. “Bahkan diri sendiri skrg mulai berpikir utk membeli mobil listrik pertama — jadi teringat kembali pak Dahlan Iskan dan ‘5 putra petirnya’,” kenangnya di akun X-nya, Ahad (8/12/2024).

Dulu, lanjutnya, puluhan tahun lalu, jika bicara mobil listrik, apalagi dikatakan akan menggantikan mobil bensin, memang akan dianggap orang gila. Karena kita kata dia, belum terbiasa mendengarnya, bahkan sekedar membayangkannya saja pun tidak bisa.

“Namun pak Dahlan ternyata terbukti benar. Visioner memang putra Magetan satu ini. Pak Dahlan ternyata mampu melihat yg akan berkembang di dunia ini lebih dulu dari kita semua,” kata dia.

Namun karena ketika itu baru di tahap pengembangan, hasilnya memang tidak langsung benar, maksimal dan sempurna. Mungkin beberapa onderdilnya pun masih dari sana sini.

“Tapi karena itu, dia kemudian malah jadi tersangka, dipermasalahkan secara hukum bersama teman2nya. Akhirnya, berhentilah mimpi itu,” katanya.

“Sedangkan di negara lain mimpi itu terus berlanjut, malah skrg produk mereka kita beli dan membanjiri jalanan kita. Jujur mengatakan, apapun yg berbau uang negara memang tidak ramah dipakai utk riset, tahap pengembangan, melakukan penemuan dll. Karena jika hasilnya tidak maksimal atau bahkan gagal, jadi dianggap merugikan keuangan negara,” lanjutnya.

Menurut dia, harusnya ada sedikit perubahan memang norma hukum kita terkait hal ini. Termasuk terkait teknis “pengadaannya”. “Perusahan farmasi saja riset obat di laboratorium bisa bertahun-tahun. Uang hilang, obat yg dicari belum tentu ketemu,” analoginya.

“Namun sekali ketemu dan tokcer, dapat paten, obat itu dijual-didagangkan, dari sanalah uang itu akan kembali,” katanya lagi.

Jika kita ingin mengembangkan ilmuwan STEM kita, mereka kata Jansen memang tidak boleh takut atau ditakut-takuti, “Kalau kamu gagal akan masuk penjara atau diperiksa Jaksa, KPK dan-lain”. Pikiran mereka normal dan nyaman saja, kata Jansen, belum tentu risetnya berhasil.

“Apalagi ditakut-takuti begitu. Malah jadi tidak ada yg mau dan berani mencoba. Sehat terus pak Dahlan Iskan dan 5 putra petirnya dimanapun skrg berada. Dan tentu saja utk seluruh ilmuwan STEM Indonesia,” tukasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Bogor Keratif 2026 Siap Hadirkan Festival Kreativitas di GOM Gunung Putri

23 Januari 2026 - 14:13 WIB

Gebrakan Awal Tahun 2026, Royal Alloy Luncurkan Scooter Matic Classic 250cc Sebagai Scooter Premium

20 Januari 2026 - 19:57 WIB

Perkuat Solidaritas HIPPERPALA Indonesia Gelar Silaturahmi Camp

1 Januari 2026 - 23:09 WIB

Populer HOT ISU