Menu

Mode Gelap
Oknum Anggota TNI AL Terlibat Perkelahian di Talaud, Lanal Minta Maaf, Proses Hukum Berlanjut Ekspor Indonesia Masih Terjebak di Komoditas Mentah, Daya Saing Terancam Kedaulatan Rakyat Harus Dikembalikan Indonesia Pilih Perdamaian, Ingin Jadi Teman Semua dan Musuh tak Seorang Pun Otoriter ke Oligarki, Bukan ke Rakyat Indonesia Negara Paling Bahagia dan Optimis di Dunia

PERISTIWA

Gempa Bogor Disebabkan Aktivitas Sesar Aktif Jalur Sesar Citarik

badge-check


					Foto: dok. ist Perbesar

Foto: dok. ist

INAnews.co.id, Jakarta– Gempa Bogor kemarin malam, Kamis, disebabkan aktivitas sesar aktif jalur Sesar Citarik. Hal itu disampaikan Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono dalam keterangan tertulisnya, Jumat.

“Pembangkit Gempa Bogor diduga kuat adalah Sesar Citarik dengan mekanisme geser mengiri (sinistral strike-slip) sesai dengan hail analisis mekanisme sumber gempa oleh BMKG,” kata Daryono.

Daryono menjelaskan bukti Gempa Bogor adalah gempa tektonik terlihat pada bentuk gelombang hasil catatan sensor seismik DBJI (Darmaga) dan CBJI (Citeko) yang menunjukkan karakteristik gelombang S (Shear) yang kuat dengan komponrn frekuensi tinggi.

BMKG mencatat gempa dirasakan dengan skala intensitas III-IV MMI di wilayah Kabupaten Bogor, Kota Bogor, dan Depok, serta menimbulkan kerusakan ringan pada bangunan rumah di Kota Bogor. Gempa dengan kedalaman hiposenter hanya 5 kilometer ini juga disertai suara dentuman dan gemuruh.

“Gempa Bogor disertai munculnya suara gemuruh dan dentuman adalah hal wajar. Suara tersebut muncul karena getaran frekuensi tinggi dekat permukaan, sekaligus sebagai bukti bahwa gempa yang terjadi memiliki kedalaman hiposenter sangat dangkal. Semua gempa sangat dangkal disertai dengan suara ledakan, dentuman dan gemuruh,” tuturnya.

Hingga Jumat pagi pukul 06.00 WIB, BMKG telah mencatat empat kali gempa susulan. Pertama pada pukul 23.12 WIB dengan Magnitudo 1,9; pukul 23.14 WIB dengan Magnitudo 1,7; pukul 01.04 WIB dengan Magnitudo 1,6; pukul 01.38 WIB dengan Magnitudo 1,7.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Tercatat ada 10 rumah warga mengalami kerusakan akibat gempa ini. Rumah-rumah tersebut tersebar di wilayah Kecamatan Bogor Selatan, Bogor Tengah, dan Bogor Barat.

Gempa bumi dengan magnitudo 4,1 mengguncang Bogor sekitarnya, Kamis (10/4/2025) malam. Gempa terjadi pada pukul 22.16 WIB dengan episenter di darat pada koordinat 6.62 LS dan 106.8 BT, sekitar 2 kilometer tenggara Kota Bogor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Kerawanan Pangan Papua Tetap Tinggi, Kemiskinan Jadi Faktor Utama

23 Januari 2026 - 18:25 WIB

Morowali Jadi Simbol Penyerahan Lima Kedaulatan Sekaligus ke China

23 Januari 2026 - 16:09 WIB

Bank Banten (BEKS) Gelar RUPSLB Bahas Perubahan Pengurus

23 Januari 2026 - 15:03 WIB

Populer DAERAH