Menu

Mode Gelap
Ekspor Indonesia Masih Terjebak di Komoditas Mentah, Daya Saing Terancam Kedaulatan Rakyat Harus Dikembalikan Indonesia Pilih Perdamaian, Ingin Jadi Teman Semua dan Musuh tak Seorang Pun Otoriter ke Oligarki, Bukan ke Rakyat Indonesia Negara Paling Bahagia dan Optimis di Dunia Ganti Tujuh Menteri untuk Percepat Pengembalian Kedaulatan

NASIONAL

Pasukan Perdamaian Perwakilan Diplomasi Indonesia di Lapangan

badge-check


					Foto: dok. Kemenko Infra Perbesar

Foto: dok. Kemenko Infra

INAnews.co.id, Jakarta– Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menerima kunjungan para patriot Pasukan Perdamaian atau United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) Kontingen Garuda yang dipimpin Kolonel Infanteri M. Ghoffar Ngismail di Kantor Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, belum lama ini. Dalam suasana penuh kehangatan dan kebanggaan, Menko AHY mengenang kembali masa-masa saat dirinya juga pernah bertugas sebagai pasukan penjaga perdamaian.

“Saat bertugas dan mengabdi di medan pengabdian tentu kita tidak membawa diri sendiri, tetapi membawa Merah Putih,” ujar Menko AHY dilansir akun X Kemenko Infra.

Ia menekankan bahwa Indonesia dikenal di dunia internasional berkat pasukannya yang profesional, namun tetap humanis dalam setiap misi. Momen ini juga menjadi ajang nostalgia bagi Menko AHY, mengingat pengalaman pribadinya yang penuh tantangan saat tergabung dalam kontingen perdamaian.

“Bagi saya banyak kenangan dan banyak juga yang membekas selamanya karena proses ujian dan tantangan yang luar biasa,” kenangnya, penuh rasa syukur.

Dalam kesempatan tersebut, Menko AHY kembali menegaskan pentingnya peran pasukan penjaga perdamaian sebagai perwakilan diplomasi Indonesia di lapangan.

“Saya sering mengatakan bahwa ‘Peacekeepers are tactical diplomat’. Jadi ‘diplomacy in action’ itu dijalankan oleh para peacekeepers, bukan High level diplomacy, tetapi tactical diplomacy, dilakukan dengan bersentuhan dan bertemu langsung masyarakat berbagai kalangan,” paparnya.

Kehadiran para peacekeepers disebut Menko AHY sebagai sebuah kehormatan besar yang tidak hanya berdampak di masa tugas, tetapi juga meninggalkan jejak abadi.

“Saya ucapkan selamat melakukan penugasan, ini adalah sebuah penghormatan, segala jasa pengabdian atau apa pun yang dilakukan pasukan, insya Allah akan dikenang selamanya,” tuturnya dengan penuh semangat.

Menko AHY juga menyampaikan kebanggaannya dapat bertemu langsung dengan generasi penerus pasukan baret biru Indonesia. Menko AHY didampingi oleh sahabat-sahabatnya yang juga pernah tergabung dalam Kontingen Garuda XXIII-A pada tahun 2006 di Lebanon Selatan, yaitu Menteri Transmigrasi, Iftitah Sulaiman; Staf Khusus Menteri Sigit Raditya dan Yudi Prasetyo. Selain itu, Menko AHY juga didampingi Staf Khusus Agust Jovan Latuconsina.

“Saya sangat senang bisa menerima para patriot pasukan Perdamaian UNIFIL Kontingen Garuda yang sangat kita banggakan di Kantor Kemenko Infra,” ujar Menko AHY.

Dengan semangat kebersamaan dan nasionalisme yang tinggi, Menko AHY berharap pasukan perdamaian Indonesia terus menjadi duta bangsa yang mengharumkan nama Indonesia di panggung dunia. Setiap langkah pengabdian mereka menjadi bukti nyata bahwa Merah Putih terus berkibar, membawa pesan damai dan harapan di setiap penjuru dunia.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Kedaulatan Rakyat Harus Dikembalikan

23 Januari 2026 - 22:25 WIB

Indonesia Pilih Perdamaian, Ingin Jadi Teman Semua dan Musuh tak Seorang Pun

23 Januari 2026 - 21:55 WIB

Otoriter ke Oligarki, Bukan ke Rakyat

23 Januari 2026 - 21:20 WIB

Populer POLITIK