INAnews.co.id, Jakarta– Ratusan buruh yang tergabung dalam Aliansi Buruh Indonesia Anti Perang dan Penjajahanmenggelar aksi massa pada peringatan 77 tahun Nakba, Kamis (15/5/2025). Aksi ini menuntut penghentian genosida di Gaza, penghapusan hak veto di Dewan Keamanan PBB, serta desakan kepada pemerintah Indonesia untuk lebih vokal mendukung kemerdekaan Palestina.
Tuntutan Utama Aksi
- Hentikan perang dan ciptakan perdamaian dunia
- Stop genosida di Gaza – dukung kemerdekaan Palestina
- Hapus hak veto di Dewan Keamanan PBB
- Desak pemerintah Prabowo aktif bela Palestina
- Seruan solidaritas global buruh untuk Palestina
Nakba 1948: Tragedi Kemanusiaan yang Berlanjut
Dalam pernyataan sikapnya, Aliansi Buruh menyoroti:
- Pembersihan etnis sistematis oleh Zionis Israel pada 1948 yang mengusir 750.000–1 juta warga Palestina.
- Pendudukan 78% wilayah Palestina yang berlanjut hingga kini.
- Genosida terkini di Gaza (2023–2025) dengan korban 45.000+ tewas (data PBB).
“Kami mengutuk kejahatan kemanusiaan Zionis Israel yang didukung AS dan sekutunya. Buruh Indonesia berdiri bersama rakyat Palestina!” tegas perwakilan aksi di depan Istana Merdeka.
Kritik kepada PBB dan AS
Aksi ini juga menyoroti:
- Kegagalan PBB akibat hak veto AS yang memblokir 45 resolusi pro-Palestina (data Al Jazeera).
- Peran Donald Trump sebagai “wajah imperialis AS paling barbar” yang mendukung pendudukan ilegal.
- Dampak perang terhadap buruh global, termasuk PHK massal di industri senjata dan migrasi paksa.
Tuntutan kepada Pemerintah Indonesia
Aliansi mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk:
- Memperkuat diplomasi pro-Palestina di forum internasional.
- Menjalankan amanat Pembukaan UUD 1945 tentang “ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan dan keadilan sosial”.
- Menghentikan kerja sama militer tidak langsung dengan Israel melalui negara ketiga.
Aksi Solidaritas Global
Aksi ini serentak digelar di:
- Bandung: Pawai budaya dengan pembacaan puisi Darwish.
- Surabaya: Pengumpulan dana untuk pengungsi Gaza.
- Medan: Pemutaran film dokumenter “The Occupation of the American Mind”.
Respons Publik:
- Kemenlu RI: Menegaskan komitmen Indonesia untuk dua negara solusi (KompasTV).
- FPBI: “Perang hanya menguntungkan oligarki senjata, rakyatlah yang menderita” (Twitter @FPBI_Official).
Tindak Lanjut:
Aliansi akan mengirim delegasi ke Jenewa untuk mendorong sidang khusus Dewan HAM PBB tentang Palestina.“Perjuangan buruh adalah perjuangan kemanusiaan. Hari ini, kami bersuara untuk Palestina!”






