INAnews.co.id, Jakarta– Ancaman krisis pasokan beras menghantui pemerintahan Prabowo Subianto menjelang evaluasi satu tahun kepemimpinannya. Disparitas harga yang ekstrem antardaerah menunjukkan buruknya distribusi dan ketersediaan pangan.
Sementara harga beras di Jakarta masih Rp15.000 per kg, di daerah terpencil seperti Papua sudah mencapai Rp50.000 atau lebih. Kondisi ini mencerminkan lemahnya infrastruktur distribusi dan kebijakan pangan nasional.
“Kalau soal perut orang kan sudah enggak bisa menunggu lagi. Keresahan politik selalu bermula dari keadilan sosial, keadilan ekonomi, ketersediaan pangan yang cukup,” tegas Rocky Gerung lewat akun YouTube-nya, Selasa.
Dengan evaluasi satu tahun pemerintahan yang akan jatuh pada Oktober mendatang, masalah pangan ini bisa menjadi bumerang politik bagi Prabowo jika tidak segera ditangani.






