INAnews.co.id, Jakarta– Dewan Pimpinan Pusat Front Persaudaraan Islam (FPI) membuat perbandingan kontroversial dengan menyebut penyerangan terhadap tabligh akbar di Pemalang memiliki kemiripan dengan modus operandi Partai Komunis Indonesia (PKI) di masa lalu.
Dalam pernyataan sikapnya, FPI menyebutkan bahwa aksi yang dilakukan PWILS mengingatkan pada cara PKI di tahun 1948 dan 1965 yang kerap menyerang para ulama dan pengajian.
“Pola penyerangan terhadap ulama, habib, santri, dan umat Islam secara umum ini sangat mirip dengan yang dilakukan PKI dulu,” bunyi pernyataan FPI dibacakan Habib Muhammad lewat akun YouTube IBTV, Kamis.
Organisasi tersebut bahkan menggunakan istilah “Neo-PKI” untuk menyebut kelompok yang mereka tuduh sebagai dalang penyerangan.
FPI menyerukan kepada seluruh umat Islam dan bangsa Indonesia untuk bersatu menolak apa yang mereka sebut sebagai ancaman terhadap persatuan nasional.
“Ini bukan lagi urusan organisasi, tapi ancaman terhadap NKRI,” tegas pernyataan tersebut.
Pernyataan kontroversial ini diperkirakan akan menuai reaksi beragam dari berbagai kalangan, terutama mengingat sensitivitas isu PKI dalam dinamika politik Indonesia.






