Menu

Mode Gelap
Ekspor Indonesia Masih Terjebak di Komoditas Mentah, Daya Saing Terancam Kedaulatan Rakyat Harus Dikembalikan Indonesia Pilih Perdamaian, Ingin Jadi Teman Semua dan Musuh tak Seorang Pun Otoriter ke Oligarki, Bukan ke Rakyat Indonesia Negara Paling Bahagia dan Optimis di Dunia Ganti Tujuh Menteri untuk Percepat Pengembalian Kedaulatan

NASIONAL

Kemenko Polkam Ajak MUI Jaga Stabilitas Nasional di Tengah Konflik Iran-Israel

badge-check


					Foto: dok. Kemenko Polkam Perbesar

Foto: dok. Kemenko Polkam

INAnews.co.id, Jakarta– Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) mengajak Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk menjaga stabilitas nasional dan meredam konflik horizontal yang dipicu oleh eskalasi konflik antara Iran dan Israel.

“Istilahnya untuk mengatasi kebakaran di lahan tetangga, lahan kita turut disiram,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara dan Kesatuan Bangsa Kemenko Polkam, Mayjen TNI Purwito Hadi Wardhono saat melakukan kunjungan ke kantor MUI, Jakarta, Kamis (10/7/2025), dilansir laman Kemenko Polkam.

Purwito mengatakan, kunjungan Tim Terpadu yang terdiri dari Kemenko Polkam, Kementerian Agama, Kantor Staf Kepresidenan, dan Kantor Komunikasi Presiden (PCO) ini merupakan inisiatif Menko Polkam Budi Gunawan. Karena MUI mitra strategis pemerintah dalam menjaga kerukunan, toleransi, dan pembinaan umat.

“Di bidang politik dan keamanan, konflik antara Iran dan Israel berpotensi memicu ketegangan horizontal di dalam negeri. Apabila isu sentimen agama dan isu anti zionisme terus dimainkan untuk menggalang dukungan sectarian maka berpotensi melahirkan gesekan sosial antar masyarakat,” kata Purwito.

Konflik Iran-Israel, lanjut Purwito, juga dapat dimanfaatkan oleh kelompok ekstremis di Indonesia untuk melakukan glorifikasi atas dasar simpati dan solidaritas, sehingga bisa mendorong intoleransi, radikalisme, dan aksi terorisme.

“Saya ingin menegaskan sejak awal, bahwa ini bukanlah perang agama, melainkan konflik antar negara yang dilatari oleh kepentingan geopolitik, pertahanan kawasan, dan perebutan pengaruh di tingkat regional. Oleh karenanya, yang patut kita waspadai adalah kecenderungan menyederhanakan konflik ini seolah-olah merupakan pertarungan antara Islam dan Yahudi,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Purwito mengajak MUI serta semua pihak untuk bersikap bijak dan cerdas. “Masyarakat harus mampu memilih mana yang merupakan fakta, dan mana yang hanya framing. Jika tidak, kita bisa dengan mudah terseret dalam konflik yang sejatinya bukan milik kita,” katanya.

Ketua MUI, K.H. Abdullah Jaidi menyambut baik ajakan Kemenko Polkam dalam menghadapi situasi terkini. Ditegaskan bahwa MUI merupakan mitra pemerintah untuk mewujudkan kerja sama yang antara pemerintah dengan MUI.

“Sesuai dengan visi dan tujuan MUI, kami mengucapkan terimakasih kepada pemerintah dan Kemenko Polkam karena terus bermitra dengan MUI dalam mewujudkan kebaikan untuk bangsa dan negara,” katanya.

Hadir dalam pertemuan tersebut, Ketua MUI KH. Abdullah Jadi, Yusnar Yusuf, K.H. Sholahudin Al Aiyub, Sekjen MUI Amirsyah Tambunan, Wakil Sekjen MUI K.H. Abdul Manan Ghani dan KH. Arif Fahrudin, dan Bendahara MUI Dr. Rahmat Hidayat, perwakilan dari PCO, perwakilan dari KSP, dan perwakilan dari Kemenag serta pejabat dari Kemenko Polkam.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Kedaulatan Rakyat Harus Dikembalikan

23 Januari 2026 - 22:25 WIB

Indonesia Pilih Perdamaian, Ingin Jadi Teman Semua dan Musuh tak Seorang Pun

23 Januari 2026 - 21:55 WIB

Otoriter ke Oligarki, Bukan ke Rakyat

23 Januari 2026 - 21:20 WIB

Populer POLITIK