Menu

Mode Gelap
Indonesia Pilih Perdamaian, Ingin Jadi Teman Semua dan Musuh tak Seorang Pun Otoriter ke Oligarki, Bukan ke Rakyat Indonesia Negara Paling Bahagia dan Optimis di Dunia Ganti Tujuh Menteri untuk Percepat Pengembalian Kedaulatan Indonesia Capai Swasembada Beras Pertama Kali dalam Bertahun-tahun Percaya dengan Niat Prabowo, Frustrasi dengan Caranya

NASIONAL

Prabowo Menanggung Beban Berat: Utang dan Kerusakan Sistem

badge-check


					Foto: dok. BPMI Setpres Perbesar

Foto: dok. BPMI Setpres

INAnews.co.id, Jakarta– Muhammad Said Didu menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto mewarisi beban fiskal dan kerusakan sistem yang sangat berat dari pemerintahan sebelumnya. Warisan ini, menurutnya, menjadi akar dari banyak tekanan yang kini dirasakan rakyat, termasuk rencana kenaikan pajak.

“Saya paham bahwa ini adalah dampak dari Presiden Joko Widodo menambah utang sehingga fiskal yang Bapak hadapi sangat berat,” kata Said Didu lewat channel YouTube-nya, Senin.

Dia mengungkapkan, beban utang pokok dan bunga yang harus dibayar pemerintah saat ini mencapai Rp1.352 triliun, dan diperkirakan akan membengkak menjadi Rp1.600 triliun pada tahun depan. Nilai ini hampir menyamai total penerimaan pajak, yang memaksa pemerintah mencari cara untuk meningkatkan pendapatan, salah satunya melalui reformasi perpajakan yang berpotensi membebani rakyat.

Selain utang, Said Didu juga menyoroti warisan kerusakan lain, seperti pembagian 5 juta hektar hutan dan ribuan izin tambang kepada oligarki, serta proyek-proyek strategis nasional (PSN) yang terbengkalai.

Oleh karena itu, tuntutan kesepuluh yang ia sampaikan adalah agar Prabowo mandiri dan tidak berada di bawah bayang-bayang kebijakan rezim sebelumnya. “Bebannya sekarang Bapak yang menanggung… atas kesalahan-kesalahan yang dilakukan Joko Widodo,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Indonesia Pilih Perdamaian, Ingin Jadi Teman Semua dan Musuh tak Seorang Pun

23 Januari 2026 - 21:55 WIB

Otoriter ke Oligarki, Bukan ke Rakyat

23 Januari 2026 - 21:20 WIB

Indonesia Negara Paling Bahagia dan Optimis di Dunia

23 Januari 2026 - 20:53 WIB

Populer GLOBAL