INAnews.co.id, Jakarta– Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan hari ini mengalami pelemahan. Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.10 WIB, rupiah tercatat berada di level Rp16.423 per dolar AS, melemah 9 poin atau sekitar 0,05 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp 16.414 per dolar AS.
Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, memperkirakan tren penurunan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan berlanjut, seiring dengan penguatan mata uang Amerika yang didorong oleh penerbitan obligasi besar-besaran di beberapa negara ekonomi utama termasuk AS, Eropa, Inggris, dan Jepang.
Penguatan dolar AS ini, meskipun sektor manufaktur AS dilaporkan sedikit di bawah ekspektasi, tetap memberikan tekanan terhadap rupiah. Prediksi pergerakan nilai tukar rupiah hari ini berada dalam kisaran Rp16.400 hingga Rp16.500 per dolar AS.
Di lima bank besar Indonesia, kurs jual rupiah terhadap dolar AS bervariasi sebagai berikut: BRI di Rp16.469, Bank Mandiri Rp16.450, BNI Rp16.442, BCA Rp16.430, dan CIMB Niaga Rp16.423 per dolar AS.
Pelemahan rupiah ini juga dipengaruhi oleh ketidakpastian perdagangan global dan sentimen pasar yang menunggu rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat yang akan menentukan arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve bulan ini. Demikian dikutip berbagai sumber.*






