INAnews.co.id, Jakarta– Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menekankan pentingnya independensi hakim dan kemampuan berpikir kritis masyarakat sebagai pilar utama negara hukum dan demokrasi yang sehat. Hal ini disampaikannya dalam kuliah umum di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), belum lama ini.
Menanggapi pertanyaan tentang penegakan hukum yang adil, Anies menyoroti tekanan yang dihadapi institusi peradilan. “Kita ingin agar institusi hakim memiliki ruang untuk independen yang sebenarnya, bebas dari tekanan, sehingga berani mengambil keputusan,” ujarnya dikutip tayangan YouTube Anies, Rabu.
Ia bahkan menyebutkan contoh konkret tentang suatu praperadilan yang putusannya dinilainya tidak memiliki hubungan dengan argumen yang disajikan di persidangan. “Itu sudah parah yang luar biasa,” tandasnya.
Terkait peran masyarakat, Anies menekankan kewajiban moral kaum terdidik. Ia mendorong mahasiswa untuk secara serius mempelajari materi-materi berpikir kritis secara digital. “Critical thinking adalah hulunya kreativitas, dan kreativitas lanjutannya adalah inovasi. Kemampuan inilah yang akan mendorong perubahan sistem,” paparnya.
Dalam paparannya, Anies juga menganjurkan agar dilakukan review menyeluruh terhadap arsitektur demokrasi Indonesia oleh sebuah task force khusus, bukan sekadar tambal sulam.






