INAnews.co.id, Jakarta– Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan Kamis (11/9/2025) bergerak menguat. Berdasarkan data, rupiah menguat 0,07% atau 12 poin ke level Rp16.469,5 per dolar AS pada perdagangan hari sebelumnya. Pada pagi ini, rupiah kembali menguat 0,12% ke sekitar Rp16.451 per dolar AS di pasar spot, seiring pelemahan dolar AS yang dipicu oleh data inflasi produsen AS yang turun secara tak terduga pada Agustus 2025.
Penurunan inflasi produsen AS ini memperkuat ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve akan menurunkan suku bunga acuannya pada akhir bulan ini. Alat CME FedWatch memproyeksikan peluang 90% pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin, sehingga memberikan ruang bagi penguatan rupiah.
Selain data ekonomi, sentimen geopolitik yang memanas dan dinamika politik di Washington juga turut memengaruhi pergerakan rupiah hari ini. Pengamat forex memprediksi rupiah akan bergerak fluktuatif tetapi berpotensi menutup perdagangan dengan menguat di kisaran Rp16.420 hingga Rp16.470 per dolar AS.
Di sisi kurs transaksi Bank Indonesia, kurs jual rupiah tercatat di Rp16.539,28 dan kurs beli di Rp16.374,72 per dolar AS pada Kamis pagi.
Secara keseluruhan, rupiah pada Kamis ini dipengaruhi oleh kombinasi faktor eksternal dan domestik, khususnya kebijakan moneter The Fed yang sangat dinantikan para pelaku pasar. Demikian dikutip berbagai sumber.*






