Menu

Mode Gelap
Ekspor Indonesia Masih Terjebak di Komoditas Mentah, Daya Saing Terancam Kedaulatan Rakyat Harus Dikembalikan Indonesia Pilih Perdamaian, Ingin Jadi Teman Semua dan Musuh tak Seorang Pun Otoriter ke Oligarki, Bukan ke Rakyat Indonesia Negara Paling Bahagia dan Optimis di Dunia Ganti Tujuh Menteri untuk Percepat Pengembalian Kedaulatan

POLITIK

Tanda Alam Lukisan, Prabowo Hanya Dua Tahun, Isu Geng Solo Tunggangi Jadi Tafsiran

badge-check


					Lukisan ini telah ditandatangani langsung oleh Prabowo sendiri saat kampanye terakhir di Lapangan KONI Sario, Manado, pada 5 Januari 2024 ( foto : INAnews) Perbesar

Lukisan ini telah ditandatangani langsung oleh Prabowo sendiri saat kampanye terakhir di Lapangan KONI Sario, Manado, pada 5 Januari 2024 ( foto : INAnews)

INAnews.co.id, Jakarta – Sebuah lukisan bergambar Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka seakan menjadi tanda alam yang seolah meramalkan dinamika politik pasca-pelantikan presiden baru.

Dalam lukisan tersebut, Prabowo digambarkan berdiri tegak dengan mahkota dan kuda-kuda bertahan. Di belakangnya, Gibran dengan gestur mencolok dan posisi tangan kanan menusuk, tangan kiri terangkat tinggi, dan kaki kanan terangkat seakan siap menendang.

Di atas mereka, burung Garuda menjulang gagah, seolah berteriak ke arah Prabowo, sambil mencengkeram medali dengan angka 2 yang menyala terang.

Isyarat dari lukisan ini ternyata menjadi tafsir dan sebuah pesan yang menjadi isyarat mencengangkan. Karena sebelum Pilpres, pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie sempat merilis video yang menggemparkan publik.

Ia menyebut Prabowo hanya akan berkuasa dua tahun jika terpilih. skenario tersebut di sampaikan oleh ketua TKN Prabowo – Gibran dalam pertemuan mereka.

Ketua Umum Cerdas Waspada Investasi Global (CWIG), Henry Hosang, mencoba memberikan pemikiran dan penafsiran atas lukisan Prabowo-Gibran yang sebelumnya di unggah INANEWS.

Henry mencermati dengan serius perkembangan politik yang belakangan menghangat di Republik ini.

“Situasi politik jangan sampai dipelintir dengan agenda tersembunyi. Kami melihat ada gejala penunggang gelap di balik aksi-aksi rusuh yang muncul akhir-akhir ini. Pemerintah dan aparat harus sigap mengantisipasi. Jangan biarkan isu-isu liar dari pihak yang tidak bertanggung jawab merusak stabilitas negara, apalagi hanya demi kepentingan segelintir elit,” tegas Henry Hosang pada Minggu 7 September 2025.

Senada, Deddy, pemilik lukisan sekaligus Ketua Divisi Intelegent CWIG, menilai karya tersebut kini memunculkan tafsir yang mengejutkan.

“Lukisan ini awalnya hanya simbol kampanye, tapi kini seperti membaca arah politik bangsa. Tangan yang menusuk dan kaki yang menendang adalah simbol pengkhianatan yang bisa datang dari dalam. Angka dua pun jadi perdebatan, apakah dua tahun atau dua periode,” kata Dedy.

Sambung Dedy,  ini tanda alam yang patut dicermati. Apalagi, lukisan ini bukan sembarang karya karena telah ditandatangani langsung oleh Prabowo sendiri saat kampanye terakhir di Lapangan KONI Sario, Manado, pada 5 Januari 2024 dan di tandatangani juga mantan presiden Jokowi waktu bulan puasa 2024 tahun lalu.

Suara Mahasiswa

Dari kalangan mahasiswa, Senior Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Panda Sitindaon, memberikan peringatan tegas.

“Demo adalah hak rakyat, tapi bila ada kelompok tertentu yang menunggangi demi kepentingan politik praktis, itu sangat berbahaya. Negara harus tegas menghadapi, namun tetap menjamin ruang demokrasi. Mahasiswa tidak boleh dijadikan alat politik, apalagi jika ada kelompok bayangan yang bermain di balik layar. Kita harus waspada,” tegas Panda.

Lukisan kampanye yang dulu dianggap sekadar hiasan kini menjelma menjadi bahan perdebatan serius.

Pertanyaan besar pun menggantung: apakah simbol tangan, kaki, dan angka dua itu sekadar kebetulan ataukah benar tanda-tanda alam tentang masa depan politik Indonesia?

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Kedaulatan Rakyat Harus Dikembalikan

23 Januari 2026 - 22:25 WIB

Otoriter ke Oligarki, Bukan ke Rakyat

23 Januari 2026 - 21:20 WIB

Ganti Tujuh Menteri untuk Percepat Pengembalian Kedaulatan

23 Januari 2026 - 20:18 WIB

Populer POLITIK