Menu

Mode Gelap
Ekspor Indonesia Masih Terjebak di Komoditas Mentah, Daya Saing Terancam Kedaulatan Rakyat Harus Dikembalikan Indonesia Pilih Perdamaian, Ingin Jadi Teman Semua dan Musuh tak Seorang Pun Otoriter ke Oligarki, Bukan ke Rakyat Indonesia Negara Paling Bahagia dan Optimis di Dunia Ganti Tujuh Menteri untuk Percepat Pengembalian Kedaulatan

PENDIDIKAN

Akademi Akuntansi Borobudur dan Universitas Borobudur Bersama Bank Sampah Sumber Jaya Bangun Ekonomi Hijau di Krangan

badge-check


					Pengabdian Masyarakat, dihadiri langsung oleh Direktur Akademi Akuntansi Borobudur, Suhikmat, SE., Ak., M.Ak., serta berbagai tokoh masyarakat, Koperasi, LSM, dan Kelompok Tani ( foto: INAnews) Perbesar

Pengabdian Masyarakat, dihadiri langsung oleh Direktur Akademi Akuntansi Borobudur, Suhikmat, SE., Ak., M.Ak., serta berbagai tokoh masyarakat, Koperasi, LSM, dan Kelompok Tani ( foto: INAnews)

INAnews.co.id, Bekasi – Akademi Akuntansi Borobudur (AAB) dan Universitas Borobudur berkolaborasi dengan Bank Sampah Sumber Jaya Krangan melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Tahun Pendanaan 2025 bertema “Pengelolaan Sampah dan Pemberdayaan Masyarakat.”

Program ini didukung penuh oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan, Sains, dan Teknologi melalui skema hibah Kemdiktisaintek Berdampak yang disalurkan lewat LLDikti Wilayah III.

Tujuan kegiatan ini adalah untuk mendorong terbentuknya ekosistem ekonomi hijau yang berkelanjutan serta meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengelolaan sampah terpadu.

Direktur Akademi Akuntansi Borobudur, Suhikmat,  Pengabdian Masyarakat Akademi Akuntansi Borobudur Rinny Yudowati saat berfoto bersama Direktur Bank Sampah Sumber Jaya Krangan, Sadan Sopian ( foto : INAnews)

Kegiatan ini dipimpin oleh Rinny Yudowati, SE., MM., selaku Ketua Pengabdian kepada Masyarakat, dan dihadiri langsung oleh Direktur Akademi Akuntansi Borobudur, Suhikmat, SE., Ak., M.Ak., beserta sejumlah tokoh masyarakat seperti Sadan Sopian, SE., MAB. (Direktur Bank Sampah Sumber Jaya Krangan), perwakilan koperasi, LSM Barak Indonesia, kelompok tani, dan warga sekitar.

“Kegiatan ini meliputi pelatihan pemilahan sampah, pengolahan plastik kresek menjadi kerajinan bernilai jual, pelatihan manajemen bank sampah, hingga penerapan sistem pencatatan keuangan digital bagi pengurus dan anggota,” ujar Rinny Yudowati dalam sambutannya pada Jumat 3 Oktober 2025.

Lebih lanjut, Rinny menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi kampus dalam mewujudkan kampus berdampak sosial (social impact university) yang tidak hanya berfokus pada pendidikan, tetapi juga turut memperkuat ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan lingkungan.

Sebagai wujud dukungan konkret, pihak kampus juga menyerahkan sejumlah bantuan sarana dan prasarana kepada mitra, antara lain mesin pencacah plastik, mesin pembubur bahan organik, perlengkapan pembuatan keterampilan tangan, serta sistem pencatatan akuntansi dan keuangan digital.

Pemberian alat pencacah sampah kepada Bank Sampah Sumber Jaya Krangan ( foto ; INAnews)

Penyerahan bantuan tersebut dilakukan melalui penandatanganan berita acara serah terima oleh Direktur Akademi Akuntansi Borobudur, Suhikmat, SE., Ak., M.Ak., dan Ketua Pengabdian kepada Masyarakat, Rinny Yudowati, SE., MM., kepada Direktur Bank Sampah Sumber Jaya Krangan, Sadan Sopian, SE., MAB.

Dalam sambutannya, Suhikmat menyampaikan apresiasi dan harapan besar terhadap keberlanjutan program ini:

“Saya merasa bangga karena kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Semoga program pengabdian ini dapat terus berlanjut dan membuka peluang ekonomi baru bagi warga Krangan, sekaligus memperkuat sinergi antara dunia akademik dan masyarakat,” katanya.

Ucapan terima kasih juga disampaikan oleh Sadan Sopian, selaku mitra dan Direktur Bank Sampah Sumber Jaya Krangan.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan dan kerja sama dari Akademi Akuntansi Borobudur, Universitas Borobudur, serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Bantuan mesin dan pelatihan yang kami terima akan sangat bermanfaat dalam meningkatkan produktivitas dan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah,” kata Sadan.

Melalui sinergi antara akademisi, yayasan, dan masyarakat, wilayah Krangan diharapkan menjadi contoh penerapan prinsip sampah bernilai ekonomi, yang tidak hanya menciptakan lingkungan bersih dan sehat, tetapi juga menumbuhkan ekonomi sirkular yang berkeadilan.

 

Keterangan:

Jenis Program: Pengabdian kepada Masyarakat (PkM)

Tahun Pendanaan: 2025

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

USNI Serahkan Teknologi Biodigester dan Latih UMKM Kepulauan Seribu

21 Januari 2026 - 02:24 WIB

USNI Serahkan Teknologi Biodigester dan Latih UMKM Kepulauan Seribu

Presiden Prabowo Ajak Akademisi Refleksikan Kontribusi Nyata bagi Bangsa

15 Januari 2026 - 22:29 WIB

Pertemuan Prabowo dengan Para Rektor dan Guru Besar Bahas Arah Pendidikan Tinggi

15 Januari 2026 - 21:20 WIB

Populer NASIONAL