News Feed
light_mode
Trending Tags

Keluarga Korban Tanjung Priok ke Komnas HAM Sampaikan Penyelesaian Kasus

  • account_circle Robi
  • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INAnews.co.id, Jakarta– Empat dekade berlalu, luka Tragedi Tanjung Priok 1984 belum juga kunjung sembuh. Rabu (8/10/2025), keluarga korban kembali mengetuk pintu keadilan dengan mendatangi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), meminta fasilitasi pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto.

“Kami datang ke sini bukan ingin mengemis, bukan ingin merengek. Sudah cukup,” tegas Beni Biki, perwakilan keluarga korban, dengan penuh emosional namun tegas di hadapan Ketua Komnas HAM, Anis Hidayah dan Komisioner Pendidikan dan Penyuluhan Komnas HAM, Abdul Haris Semendawai, beserta jajaran.

Beni menegaskan bahwa tuntutan mereka memiliki landasan hukum yang kuat: TAP MPR Nomor V/MPR/2000 yang mewajibkan negara menjelaskan dan menyelesaikan kasus pelanggaran HAM masa lalu.

“Jika kita menghargai hukum dan menjunjung supremasi hukum, maka tidak ada kata lain—siapapun Presidennya, TAP MPR itu bukan sesuatu yang hendak diabaikan,” ujarnya.

Keluarga korban mengungkapkan kekecewaan mendalam karena dari sekian banyak kasus pelanggaran HAM masa lalu, hanya sedikit yang mendapat perhatian serius dari pemerintah.

Tiga Presiden, Satu Harapan yang Sama

Beni mengungkapkan bahwa perjuangan keluarga korban sudah berlangsung bertahun-tahun, melintasi tiga masa kepemimpinan.

Era SBY: Hanya kasus Wasior dan Lampung yang diselesaikan melalui Perpres penyelesaian HAM non-yudisial, sementara kasus lain diabaikan.

Era Jokowi: Dari 12 kasus yang dimasukkan dalam Perpres serupa, Tanjung Priok tidak termasuk. “Beliau menjawab melalui media bahwa Tanjung Priok tidak masuk dalam usulan yang ditetapkan,” kenang Beni.

Era Prabowo: Kini keluarga korban menaruh harapan pada presiden yang baru dilantik. “Suka atau tidak suka, Presiden Prabowo masih melekat kewajiban dan harus ikut bertanggung jawab untuk melunasi hutang negara terhadap korban pelanggaran HAM.”

Catatan soal Rencana Gelar Pahlawan untuk Soeharto

Dalam pernyataannya, Beni juga menyinggung kabar rencana pemberian gelar Pahlawan kepada mantan Presiden Soeharto pada 10 November mendatang.

“Pak Harto, sebelum meninggal, pernah mengundang kami ke RSCM. Dijuru bicara oleh Mbak Tutut, menyampaikan penyesalan dan permintaan maaf atas tragedi Tanjung Priok,” ungkap Beni.

Hal serupa juga dilakukan oleh Try Sutrisno yang melalui istrinya menyampaikan penyesalan saat dalam kondisi sakit kritis.

“Jika dua pejabat penting negara tersebut sudah melakukan itu, dan hubungan dengan keluarga kami sudah diselesaikan, kenapa negara tidak mau menyelesaikan kasus ini secara hukum? Ada apa? Ada tekanan apa?” tanya Beni retoris.

Luka Psikologis yang Tak Kunjung Sembuh

Beni mengungkapkan bahwa meski secara personal hubungan dengan pihak kepolisian dan TNI sudah tidak ada masalah, luka psikologis tetap menganga.

“Ada sesuatu yang mengganjal di perasaan kami: tidak adanya penuntasan, tidak ada yang mendapatkan keadilan,” ujarnya.

Hadir dalam pertemuan tersebut sejumlah korban dan keluarga korban, di antaranya Rambe dan isteri, Sofwan, Sahi, dan lain-lain

Siap Gugat PK

Keluarga korban menegaskan keseriusan mereka dengan ancaman gugatan Peninjauan Kembali (PK) jika ada pihak yang menyatakan kasus sudah selesai tanpa landasan hukum yang jelas.

“Kasus pelanggaran HAM itu tidak ada masa kedaluwarsa. Andaikan ada yang mengatakan sudah selesai dan dikeluarkan pernyataan tertulis, saya akan lakukan gugatan PK. Silakan!” tantang Beni.

Permintaan kepada Komnas HAM

Keluarga korban memohon Komnas HAM dapat menjadi fasilitator untuk mempertemukan mereka dengan Presiden Prabowo.

“Kami berharap dalam waktu dekat ini, dengan surat dan kedatangan kami ini, Pak Presiden membuka hati untuk kita duduk bersama,” harap Beni.

Ia menegaskan bahwa yang mereka inginkan adalah penyelesaian yang berkeadilan dengan kompensasi dari negara, bukan sekadar permintaan maaf yang tidak jelas landasannya.

“Kita ingin tetap lurus, diberikan satu bentuk penyelesaian yang jelas,” pungkasnya.

  • Penulis: Robi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Berita Rekomendasi

  • Lambretta Exhibition  Ramaikan Mall Pondok Indah

    Lambretta Exhibition Ramaikan Mall Pondok Indah

    • calendar_month Rabu, 16 Okt 2019
    • account_circle S Edy
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Jakarta – Skutermania yang belum sempat mencoba Lambretta V-Special dan  Ingin membawa pulang Lambretta V-Special tapi tidak tahu mulai dari mana.

  • Dalam Perayaan Anniversary Ke 17  Suzuki Finance Indonesia Gelar Promo Spesial

    Dalam Perayaan Anniversary Ke 17 Suzuki Finance Indonesia Gelar Promo Spesial

    • calendar_month Selasa, 24 Mei 2022
    • account_circle S Edy
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Jakarta – Untuk memeriahkan perayaan ulang tahun ke-17, PT Suzuki Finance Indonesia (SFI) hadirkan beragam promo spesial untuk kosumen. Setiap konsumen yag melakukan pembelian mobil penumpang maupun mobil niaga di SFI dipastikan akan mendapat beragam keuntungan, mulai dari potongan harga, tambahan tenor, potongan angsuran, hingga uang muka rendah dan hadiah menarik lainnya. Promo istimewa […]

  • Tegakkan PPKM Di Wilayahnya, Iwan Andriana: Jangan Lengah, Cegah Covid-19

    Tegakkan PPKM Di Wilayahnya, Iwan Andriana: Jangan Lengah, Cegah Covid-19

    • calendar_month Rabu, 20 Jan 2021
    • account_circle Redaksi Tangray
    • 0Komentar

    INAnews.co.id , Tangerang Selatan  – Upaya menciptakan keamanan lingkungan dan penegakan Protokol Kesehatan program Komsos menjadi prioritas dalam menjalankan penerapan mendisiplinkan masyarakat tentang protokol kesehatan. Trantib Kecamatan Serpong bersama Koramil 03/Srp dan Polsek Serpong melaksanakan monitoring dan sosialisasi Penyuluhan Protokol Kesehatan Dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di wilayah Kecamatan Serpong, Selasa malam (19/01/2021). Sebelumnya […]

  • GIIAS  2024, Rexco Pelumas Kenalkan 2 Produk Unggulan

    GIIAS 2024, Rexco Pelumas Kenalkan 2 Produk Unggulan

    • calendar_month Sabtu, 20 Jul 2024
    • account_circle S Edy
    • 0Komentar

    INAnews.co.id,  Jakarta  – Rexco yang merupakan produk pelumas serbaguna kembali mengeluarkan produk terbarunya di pameran GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) pada tanggal 18-28 Juli di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang. Produk-produk untuk otomotif yang baru diperkenalkan ini diciptakan untuk memenuhi permintaan konsumen Rexco yang selama ini selalu setia menggunakan produk-produk Rexco. “Untuk tahun […]

  • Modifikasi Cuaca Efektif Turunkan Intensitas Hujan Lebat Jabodetabek

    Modifikasi Cuaca Efektif Turunkan Intensitas Hujan Lebat Jabodetabek

    • calendar_month Rabu, 8 Jan 2020
    • account_circle S Edy
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Jakarta – Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang dilakukan oleh BPPT dan TNI dengan dukungan BNPB telah berhasil menurunkan intensitas hujan.

  • Abdi Suhufan: Pemerintah Melupakan Pemulihan Ekonomi Perikanan

    Abdi Suhufan: Pemerintah Melupakan Pemulihan Ekonomi Perikanan

    • calendar_month Selasa, 5 Jan 2021
    • account_circle Alan Mustajab
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Dalam mengatasi dampak ekonomi akibat krisis saat ini, pada tahun 2021 pemerintah akan mengucurkan dana sebesar Rp 403,9 triliun untuk Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Sebagian besar dana tersebut teralokasi untuk sektor perlindungan sosial dan kesehatan, masing-masing Rp 110,2 triliun dan Rp 47,47 triliun. Pemerintah juga mengalokasikan dana untuk sektoral kepada Kementerian, Lembaga serta […]

expand_less