News Feed
light_mode
Trending Tags

Rupiah Terancam Ambruk

  • account_circle Robi
  • calendar_month 21 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INAnews.co.id, Jakarta- Ekonom Ferry Latuhihin memperingatkan bahwa nilai tukar rupiah berpotensi mengalami tekanan berat menyusul lonjakan harga minyak dunia dan naiknya imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat. Peringatan ini disampaikan Ferry dalam podcastnya di kanal YouTube Forum Keadilan TV, tayang Senin (14/9/2026).

Menurut Ferry, kombinasi dua faktor global tersebut menciptakan apa yang ia sebut sebagai skenario terburuk bagi pasar keuangan domestik. Harga minyak mentah jenis Brent melonjak dari level di bawah US$100 menuju US$108 per barel, sementara imbal hasil surat utang AS bertenor 10 tahun sudah mendekati 5 persen.

“Ini akan menciptakan suatu skenario yang saya sebut worst case scenario,” ujar Ferry, yang ia gambarkan sebagai kondisi double squeeze bagi pasar keuangan Indonesia.

Rupiah dan IHSG Ikut Tertekan

Ferry menjelaskan, tekanan tersebut sudah terlihat pada perdagangan pagi itu, di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok hingga 100 poin pada sesi pertama. Sementara itu, kurs dolar AS yang sempat ditahan Bank Indonesia (BI) di level Rp17.600 kembali melonjak setelah otoritas moneter dinilai kewalahan menahan pelemahan rupiah.

“BI tidak sanggup menahannya,” kata Ferry, seraya menambahkan bahwa opsi yang tersisa bagi bank sentral hanyalah melakukan intervensi pasar, meski langkah itu berisiko menggerus cadangan devisa nasional.

Ia juga menilai proyeksi kurs Rp17.500 yang tercantum dalam Rancangan APBN (RAPBN) 2027 sulit dipertahankan di tengah tekanan pasar saat ini.

BI Dinilai Tak Punya Ruang Naikkan Suku Bunga

Ferry menegaskan Bank Indonesia sudah kehilangan ruang untuk kembali menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebagai instrumen menahan pelemahan rupiah. Ia menyebut kenaikan suku bunga, misalnya dari 5,75 persen menjadi 6 persen, justru berisiko menekan pertumbuhan ekonomi yang saat ini disebutnya tengah mengalami liquidity squeeze di sektor perbankan.

“It doesn’t make sense,” tegas Ferry saat ditanya soal opsi kenaikan suku bunga BI.

Ia menambahkan bahwa investor asing cenderung mengalihkan dana dari aset negara berkembang, termasuk Indonesia, ke aset dolar AS dan obligasi pemerintah AS, fenomena yang disebutnya sebagai flight to quality, akibat semakin tipisnya selisih imbal hasil antara SBN Indonesia dan obligasi AS.

Defisit Transaksi Berjalan Melebar

Ferry turut menyoroti pembengkakan defisit transaksi berjalan (current account deficit) yang pada Juni lalu tercatat mencapai US$12,4 miliar, yang menurutnya dipicu oleh tingginya tagihan impor minyak dan gas di tengah harga minyak yang bertahan di atas US$100 per barel.

Ia juga mewanti-wanti potensi pembengkakan subsidi energi dalam APBN yang dapat memperlebar defisit fiskal mendekati atau melampaui ambang batas 3 persen, sehingga berisiko memicu penurunan peringkat kredit Indonesia oleh lembaga pemeringkat seperti Moody’s, Fitch, dan S&P.

Saham Perbankan Disarankan Dihindari

Terkait pasar saham, Ferry merekomendasikan investor untuk menjauhi saham-saham perbankan besar seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI, dengan alasan sektor ini bersifat procyclical terhadap kondisi ekonomi.

“Jangan bermain saham bank,” ujarnya, seraya memperkirakan pertumbuhan kredit akan melambat dan rasio kredit bermasalah (NPL) berpotensi naik seiring pengetatan ekonomi.

Sektor lain yang menurutnya juga akan tertekan antara lain ritel, otomotif, properti, penerbangan, dan logistik karena rentan terhadap pelemahan daya beli, kenaikan biaya bahan baku impor, serta lonjakan harga bahan bakar. Sebaliknya, ia menilai sektor energi upstream, batu bara, dan kelapa sawit berpotensi diuntungkan oleh tingginya harga komoditas, dengan menyebut sejumlah emiten seperti ADRO, ITMG, PTBA, dan TAPG sebagai contoh.

Dolar AS Jadi Pilihan Aset Teraman

Di tengah ketidakpastian tersebut, Ferry menegaskan dolar AS sebagai instrumen investasi paling aman untuk satu tahun ke depan, mengalahkan saham, obligasi, maupun emas.

“Aset yang paling aman saat ini itu bukan saham, bukan obligasi, bukan emas… yang paling utama itu US dollar,” katanya.

Ia menyarankan investor untuk mulai mengalihkan kelebihan likuiditas rupiah ke dalam dolar AS, serta mempertimbangkan dolar Australia dan dolar Singapura sebagai pelengkap.

“Keep buying US dollar,” ujar Ferry, merujuk pada strategi long USD short IDR yang telah ia sarankan sejak beberapa bulan terakhir.

Sementara untuk emas, Ferry menilai instrumen ini menghadapi dua kekuatan yang saling melemahkan satu sama lain, kenaikan harga minyak yang mendorong minat terhadap emas, namun juga memicu kenaikan yield obligasi AS yang justru menekan harga emas. Ia memperkirakan harga emas akan bergerak di kisaran US$4.400–4.500 per troy ons di pasar global, namun tetap menyatakan preferensinya terhadap dolar AS dibanding emas.

  • Penulis: Robi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Berita Rekomendasi

  • Bupati Bolaang Mongondow Timur Minta  Maaf Terkait Pernyataan Banpres Produktif Usaha Mikro

    Bupati Bolaang Mongondow Timur Minta Maaf Terkait Pernyataan Banpres Produktif Usaha Mikro

    • calendar_month Selasa, 29 Des 2020
    • account_circle S Edy
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Bolaang Mongondow – Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sehan Landjar menyatakan permintaan maafnya kepada Presiden Jokowi dan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, terkait pernyataannya tentang Banpres Produktif untuk Usaha Mikro (BPUM) yang sempat viral di media sosial. “Saya memberikan apresiasi pada Presiden Jokowi dan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. Saya sama sekali […]

  • Berkunjung ke Bima Kota, Kapolda NTB Bahas Masalah Kamtibmas, Korupsi hingga Narkoba

    Berkunjung ke Bima Kota, Kapolda NTB Bahas Masalah Kamtibmas, Korupsi hingga Narkoba

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2020
    • account_circle Idrus Jalmonadi
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Bima – Pemuda adalah generasi penerus masa depan, di tangan pemudalah hitam dan putihnya wajah suatu bangsa. Demikian intisari yang disampaikan Kapolda NTB Irjen Pol. Muhammad Iqbal, S.I.K., M.H., Jumat (10/7), saat bersilaturrahmi yang diisi dengan dialog bersama organisasi mahasiswa dan pemuda Cipayung Plus, di Hotel Mutmainnah Kota Bima. “Dalam pandangan saya, pemuda akan […]

  • Kata Kemendikdasmen soal Putusan MK Mewajibkan Sekolah Melaksanakan Pelajaran Agama

    Kata Kemendikdasmen soal Putusan MK Mewajibkan Sekolah Melaksanakan Pelajaran Agama

    • calendar_month Sabtu, 4 Jan 2025
    • account_circle Robi
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Jakarta– Kata Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) soal putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mewajibkan penyelenggara sekolah melaksanakan mata pelajaran pendidikan agama, sudah sejalan dengan amanat Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Hal itu disampaikan Menteri Dikdasmen Abdul Mu’t, Sabtu. “Kemendikdasmen menyambut baik dan siap melaksanakan keputusan dari MK yang secara resmi mewajibkan mata pelajaran pendidikan […]

  • Aldiv Rilis Single Ketiga Berjudul Menanti Ciptaan Icha ex Jikustik

    Aldiv Rilis Single Ketiga Berjudul Menanti Ciptaan Icha ex Jikustik

    • calendar_month Rabu, 28 Sep 2022
    • account_circle Helmi Romdhoni
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Jakarta – Setelah sebelumnya sukses merilis single pertama, kedua dan ketiga juga single religi sekaligus di rentang tahun 2020 s/d 2021 yang lalu.

  • Bursa saham

    IHSG BEI Kamis Menguat

    • calendar_month Kamis, 25 Sep 2025
    • account_circle Robi
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Jakarta– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Kamis, 25 September 2025, dibuka menguat tipis 3,46 poin atau 0,04% ke posisi 8.130,02. Pergerakan IHSG hari ini cenderung stagnan dengan rentang fluktuasi yang relatif sempit, yaitu antara 8.123 hingga 8.139. Data perdagangan menunjukkan sebanyak 282 saham menguat, 96 saham melemah, dan […]

  • Respons Kemlu soal Wacana Relokasi Warga Gaza ke Indonesia

    Respons Kemlu soal Wacana Relokasi Warga Gaza ke Indonesia

    • calendar_month Rabu, 22 Jan 2025
    • account_circle Robi
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Jakarta– Kementerian Luar Negeri (Kemlu) merespons soal relokasi warga Gaza, Palestina, ke Indonesia. “Pemerintah RI tidak pernah memperoleh informasi apapun, dari siapapun, maupun rencana apapun terkait relokasi sebagian dari 2 juta penduduk Gaza ke Indonesia sebagai salah satu bagian dari upaya rekonstruksi pasca konflik,” demikian dikutip cuitan akun X resmi Kemlu, Selasa (21/1/2025). “Pemerintah […]

expand_less