Menu

Mode Gelap
TNI-Polri Urus Sawah, Ingat Dwifungsi ABRI Indonesia dan Imperial College London Berencana Bermitra Meningkatkan Kualitas Pendidikan Kedokteran Haris Azhar: MBG Disakralkan, Padahal Cuma Janji Kampanye Gelaran Dieng Caldera Race Pembuktian Kawasan Dataran Tinggi Dieng Sebagai Destinasi Sport Tourism Pemotongan Transfer Daerah bikin Kepala Daerah Jadi Penonton Acara Budiman-Nusron di UGM Itu Sosialisasi, Bukan Dialog

POLITIK

1 Persen Orang Kaya Kuasai 70 Persen Aset Lahan

badge-check


					Foto: Rizal Taufiqurrohman/tangkapan layar Perbesar

Foto: Rizal Taufiqurrohman/tangkapan layar

INAnews.co.id, Jakarta– Ketimpangan ekonomi Indonesia mencapai titik mengkhawatirkan, di mana 1 persen kelompok terkaya menguasai hampir 70-80 persen aset lahan di Indonesia, sementara petani hanya memiliki rata-rata 0,5 hektar.

Rizal Taufiqurrohman, Kepala Center Macroeconomic & Finance INDEF, menjelaskan fenomena “serakah-nomics” ini menciptakan jurang kesejahteraan yang semakin lebar. “Yang kaya makin kaya, yang miskin makin tertekan. Dan inilah kemudian diberikan bantalan-bantalan jangka pendek yang pada akhirnya naik turun, naik turun,” kritiknya.

Data menunjukkan rekening dengan tabungan di bawah Rp 2 juta semakin banyak, bahkan ada fenomena “makan tabungan”. Sebaliknya, jumlah rekening dengan saldo di atas Rp 2 miliar hingga Rp 5 miliar terus bertambah.

Yang lebih memprihatinkan, ketimpangan di perkotaan justru lebih tinggi. “Di perkotaan biaya hidup lebih tinggi, aksesibilitas transportasi mahal, tapi lapangan kerja formal terbatas. Makanya kemiskinan di perkotaan lebih dominan dibanding pedesaan,” jelas Rizal.

Kelas menengah yang seharusnya menjadi penyangga ekonomi justru terus menyusut. “Hampir dalam 5 tahun itu sudah 10 jutaan penurunannya. Ini harus dijaga karena kontribusi mereka terhadap konsumsi hampir 60 persen,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Haris Azhar: MBG Disakralkan, Padahal Cuma Janji Kampanye

23 Juni 2026 - 05:58 WIB

Ray Rangkuti: Demo Mahasiswa Buntut Krisis Kepercayaan

22 Juni 2026 - 12:55 WIB

Ricuh Diskusi di UGM, Akibat Demokrasi tak Dikawal Hukum

19 Juni 2026 - 23:59 WIB

Populer POLITIK