INAnews.co.id, Jakarta– Direktur Riset Center of Economic and Law Studies (Celios), Media Wahyudi Askar, mengungkapkan dirinya menerima ancaman fisik dan serangan di media sosial selama enam bulan terakhir. Ancaman itu datang setelah ia dan lembaganya gencar mempublikasikan riset kritis tentang program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Saya 6 bulan terakhir dapat banyak ancaman dalam bentuk mungkin fisik, dalam bentuk ancaman media sosial,” ujar Media dalam wawancara bersama eks penyidik KPK, Novel Baswedan, yang diunggah Senin (13/4/2026).
Media mengaku sengaja menyembunyikan ancaman tersebut dari rekan-rekannya sesama peneliti agar tidak menimbulkan efek jera di kalangan akademisi. Namun setelah kejadian yang menimpa peneliti lain belakangan ini, ia merasa perlu lebih berhati-hati.
Celios sebelumnya telah mempublikasikan riset kritis MBG sejak Desember 2024, sebelum program tersebut resmi diluncurkan pada Januari 2025. Riset itu menyarankan pola desentralisasi, namun justru pola sentralisasi yang dipilih pemerintah.






