INAnews.co.id, Jakarta– Guru Besar Ilmu Politik UIN Jakarta, Prof. Saiful Mujani, secara terbuka menyerukan agar Presiden Prabowo Subianto diturunkan dari jabatannya. Pernyataan itu disampaikan dalam diskusi akademik yang digelar FISIP UIN Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Saiful menyebut setidaknya enam alasan yang menjadi dasar seruannya. Pertama, Prabowo dinilai mengancam konstitusi dengan menunjukkan keinginan untuk kembali ke UUD 1945 yang asli, yang berarti menghapus pemilihan presiden langsung dan pembatasan masa jabatan. Kedua, berbagai kebijakan pemerintah dinilai melanggar sumpah jabatan presiden. Ketiga, pengangkatan pejabat dari kalangan keluarga, termasuk adik kandung sebagai utusan presiden, dikategorikan sebagai nepotisme yang melanggar undang-undang. Keempat, pengerahan TNI aktif di wilayah sipil melalui program batalion pembangunan dan operasi lainnya dinilai melanggar UUD. Kelima, skor indeks demokrasi Indonesia kini hanya 30 dari skala 100, terendah sepanjang era reformasi. Keenam, kondisi ekonomi di bawah Prabowo dinilai melemah, ditandai anjloknya investasi dan membengkaknya utang luar negeri mendekati Rp10.000 triliun.
“Presiden Prabowo harus diturunkan,” tegas Saiful di hadapan peserta diskusi yang dihadiri sejumlah akademisi, aktivis, dan tokoh hukum.






