Kapal Roro Kurang, Ribuan Sapi Kurban Terancam Mati di Jalan
- account_circle Robi
- calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: dok. Ocean week
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INAnews.co.id, Jakarta– Ketimpangan antara jumlah truk pengangkut ternak dan armada kapal roro menjadi ancaman nyata bagi distribusi hewan kurban antarpulau. M. Hadi Nainggolan, Ketua BPP HIPMI Bidang Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan, menyebut kondisi ini sebagai salah satu hambatan struktural terbesar yang dialami peternak setiap menjelang Iduladha.
“Truknya sudah numpuk misalkan sampai 100 truk di pelabuhan yang mau menyeberang, sementara kapal roronya cuma tersedia dua,” kata Hadi dalam wawancara di kanal YouTube INDEF, Jumat (15/5/2026).
Idealnya, perjalanan ternak dari Bima atau Lombok menuju Jabodetabek memakan waktu tujuh hingga delapan hari. Namun antrean di pelabuhan kerap memperpanjang waktu tempuh hingga belasan hari, dan sejumlah ternak dilaporkan mati di dalam truk akibat perjalanan yang terlalu lama.
Hadi menyebut pihaknya telah bersurat resmi kepada Kementerian Perhubungan agar penambahan armada kapal roro disiapkan jauh-jauh hari menjelang Iduladha, sebagaimana pemerintah menyiapkan armada khusus untuk mudik Lebaran. Ia menilai lonjakan volume pengiriman ternak setiap tahun seharusnya sudah bisa diantisipasi dengan perencanaan yang terukur.
- Penulis: Robi

Saat ini belum ada komentar