INAnews.co.id, Jakarta– Mantan penyidik senior KPK, Novel Baswedan mengaku terkejut dengan sejumlah kejanggalan dalam pengadaan barang di program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Badan Gizi Nasional (BGN). Ia menduga program tersebut berpotensi menjadi celah korupsi baru berkedok kepentingan masyarakat.
Hal itu disampaikan Novel dalam podcast di kanal YouTube-nya bersama dua mahasiswa Universitas Trisakti, Senin (4/5/2026).
“Saya terkejut ketika BGN membeli motor listrik, motornya trial pula,” ujar Novel, seraya mempertanyakan relevansi pembelian tersebut dengan kebutuhan lapangan.
Wakil Presiden Mahasiswa Universitas Trisakti, Muhammad Putra menambahkan, realisasi anggaran per porsi MBG di lapangan banyak dilaporkan tidak sesuai dengan nilai yang ditetapkan negara sekitar Rp15.000. Ia menilai pemerintah justru menghadirkan celah korupsi lewat program berskala besar itu. “Negara menghadirkan celah, ini kalian korupsi di sini saja, berkedok program untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Novel mendorong masyarakat dan aparat penegak hukum untuk segera menindaklanjuti berbagai laporan yang sudah beredar di ruang publik.






