INAnews.co.id, Jakarta– Rata-rata manusia hidup sekitar 28.000 hari atau 76 tahun. Angka itu tampak besar, namun pakar keuangan syariah Indra Prakoso mengingatkan bahwa sebagian besar keputusan finansial terpenting hanya terjadi dalam jendela waktu yang jauh lebih sempit.
Indra membagi 28.000 hari itu ke dalam empat kuadran masing-masing 7.000 hari. Kuadran pertama adalah masa tidak produktif, dari lahir hingga selesai sekolah. Kuadran kedua dan ketiga adalah masa produktif, saat seseorang bekerja dan membangun fondasi keuangan. Kuadran keempat adalah masa pensiun, di mana kemampuan menghasilkan pendapatan mulai menyusut.
“Kuadran kedua dan ketiga itulah yang paling menentukan,” katanya dalam wawancara di kanal YouTube INDEF, Jumat (1/5/2026). Ia memberi ilustrasi konkret: generasi Z yang mulai menginvestasikan hanya Rp100.000 per bulan sejak dini, dengan instrumen yang tepat, berpotensi memiliki miliaran rupiah di usia 75 tahun. Sebaliknya, seseorang yang memulai lebih terlambat tidak akan cukup hanya dengan jumlah yang sama.
Kunci dari semua ini, ujar Indra, adalah menyadari bahwa waktu adalah aset finansial paling berharga, dan yang paling sering disia-siakan. Banyak orang Indonesia baru sadar keuangan ketika waktu emas investasi sudah terlewat, akibat rendahnya literasi keuangan yang belum merata.






