Menu

Mode Gelap
UMKM Dihantam dari Segala Arah Sulit Naik Kelas APBN 2027 Harus Jaga Daya Beli Mengenal Dekat Samsul Hidayah ‘Ayah Baim’ Pemilik Akun TikTok Baimofficial_13 Ditanya Soal Kekayaan, Kepala BGN Nanik S Deyang ; Tanya Aja Sama Bang Dasco Daya Beli Jadi Ancaman Utama Ekonomi Kenaikan Pertamax Disambut Negatif Warganet

EKONOMI

Daya Beli Jadi Ancaman Utama Ekonomi

badge-check


					Foto: Nur Hidayah/tangkapan layar Perbesar

Foto: Nur Hidayah/tangkapan layar

INAnews.co.id, Jakarta– Penyusutan kelas menengah Indonesia menjadi alarm serius bagi perekonomian nasional. Prof. Nur Hidayah, Kepala Center for Syariah Economic Development INDEF, mencatat data BPS menunjukkan kelas menengah turun dari 57,3 juta menjadi 47,9 juta orang dalam lima tahun terakhir, menyusut sekitar 10 juta jiwa.

“Mereka sesungguhnya tidak menjadi miskin, tapi mereka mulai kehilangan rasa aman ekonomi. Inilah yang saya sebut sebagai Indonesia mengalami era economic insecurity,” ujar Nur Hidayah dalam Diskusi Publik INDEF, Ahad (14/6/2026).

Ia menilai tekanan terhadap Indonesia di pasar keuangan lebih berat dibanding negara ASEAN lain bukan semata karena faktor global, melainkan karena pasar mempertanyakan kepastian arah pembangunan, konsistensi kebijakan, dan kualitas institusi.

Kelas menengah menyumbang sekitar 80 persen konsumsi nasional. Jika kelompok ini terus melemah, kata Nur Hidayah, mesin utama ekonomi Indonesia akan kehilangan bahan bakarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

UMKM Dihantam dari Segala Arah Sulit Naik Kelas

17 Juni 2026 - 23:57 WIB

Kenaikan Pertamax Disambut Negatif Warganet

17 Juni 2026 - 17:44 WIB

Rupiah Melemah, IHSG Anjlok: Bukti Tata Kelola Fiskal Buruk

15 Juni 2026 - 14:36 WIB

Populer EKONOMI