Menu

Mode Gelap
Polri Ungkap Puluhan Ribu Kasus Narkoba Sepanjang 2026 Investor Global “Sell Indonesia”, Dana Pensiun Eropa Kabur dari RI Polri Catat Panen Jagung 5,7 Juta Ton Dukung Ketahanan Pangan Polri Garda Terdepan Bangsa Presiden Apresiasi Peran Polri di Sektor Ketahanan Pangan Koalisi Sipil Desak Reformasi Polri, Nyatakan Mosi Tidak Percaya

PENDIDIKAN

Lewat Orange’s Day, FIKOM Universitas Esa Unggul Edukasi Nutrisi dan Bangun Mental Anak Bersama Komunitas Gumul Juang

badge-check


					Lewat Orange’s Day, FIKOM Universitas Esa Unggul Edukasi Nutrisi dan Bangun Mental Anak Bersama Komunitas Gumul Juang Perbesar

JAKARTA, INAnews – Dalam rangka merayakan Orange’s Day 27th, kelompok mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Universitas Esa Unggul sukses menginisiasi program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur.

Kegiatan bertajuk “Membangun Kepercayaan Diri Anak Melalui Komunikasi Dasar dan Edukasi Nutrisi” ini diselenggarakan pada Minggu (28/6) bertempat di Jl. Raya Kemuning Mede, RT 010/RW 001, Jatinegara, bersama Komunitas Gumul Juang.

Sebagai penyelenggara utama (event organizer), mahasiswa FIKOM UEU berkolaborasi penuh dengan menghadirkan jajaran dosen pakar lintas disiplin ilmu seperti Ilmu Komunikasi, Ilmu Gizi, dan Ilmu Psikologi sebagai pemateri materi. Program ini dijalankan sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung poin ke-4 Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu Quality Education (Pendidikan Berkualitas) bagi anak-anak usia sekolah di area marginal.

Universitas Esa Unggul merupakan salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di Indonesia yang berkomitmen tinggi pada pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi secara berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, universitas terus mendukung mahasiswanya untuk kreatif dan inovatif dalam menghadirkan kontribusi nyata di tengah masyarakat.

Terkait pelaksanaan ini, Koordinator Bidang Broadcasting, Dr. Bayquni, M. I.Kom. menyampaikan, “Kami sangat bangga dengan inisiatif para mahasiswa yang mampu menggerakkan kolaborasi lintas disiplin ilmu ini.”

“Pengabdian masyarakat bukan hanya kewajiban akademik, tetapi merupakan wujud empati dan tanggung jawab sosial nyata dari lingkungan kampus untuk memberikan dampak langsung yang positif, khususnya dalam pemenuhan hak pendidikan dan kesehatan anak-anak di wilayah marginal,” tambah Dr. Bayquni.

Sebagai pemateri pertama, dosen Ilmu Gizi Dr. Prita Dhyani Swamilaksita, S.P., M.Si., memberikan penyuluhan teoretis komprehensif mengenai kesadaran gizi (Nutrition Awareness) bagi anak usia sekolah. Edukasi difokuskan pada standarisasi porsi gizi seimbang serta tips praktis bagi orang tua dalam memilih asupan harian yang sehat di lingkungan rumah.

Melalui penyuluhan ini, para orang tua di diberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya pemenuhan indikator gizi seimbang guna mendukung tumbuh kembang fisik dan kecerdasan kognitif anak secara optimal. Edukasi yang menyasar para orang tua ini diharapkan dapat menekan angka risiko malnutrisi pada anak melalui penerapan pola makan sehat yang terkontrol langsung dari lingkungan domestik atau keluarga.

Pada sesi kedua, giliran dosen Ilmu Komunikasi yang juga merupakan Koordinator Bidang Public Relation, Dr. Jatayu Hadi Prakoso, S.I.Kom., M.I.Kom., yang naik sebagai narasumber. Ia membawakan materi pengenalan unsur dasar komunikasi (Komunikator, Pesan, Media, Komunikan) serta perbedaan antara ekspresi komunikasi verbal dan non-verbal.

Untuk mengaplikasikannya secara nyata, panitia mahasiswa memandu anak-anak dalam permainan interaktif berupa game “Pesan Berantai” (bisik-bisik kelompok). Di sini, anak-anak ditantang untuk meneruskan kalimat dari panitia secara berurutan.

Sesi ini berhasil mengedukasi anak-anak secara praktis mengenai alur penyampaian informasi, sekaligus memperlihatkan bagaimana sebuah pesan rentan mengalami perubahan makna atau distorsi ketika diteruskan dari satu orang ke orang lain.

“Edukasi komunikasi sejak dini sangat krusial agar anak-anak memahami bagaimana menyalurkan pesan dengan baik dan meminimalisir kesalahpahaman. Melalui metode yang interaktif dan menyenangkan, kita melatih mereka untuk menjadi komunikator yang aktif sekaligus pendengar yang kritis di lingkungannya,” jelas Dr. Jatayu Hadi Prakoso.

Sesi penutup diisi oleh dosen pemateri Ilmu Psikologi , Evi Febriani, S.Psi, S.Pd, M.Psi yang berfokus pada pembentukan karakter serta peningkatan rasa percaya diri (self-confidence) dan keberanian berekspresi (self-expression) anak usia sekolah. Didukung oleh stimulasi dari panitia mahasiswa, anak-anak ditantang untuk berani tampil secara individu di depan publik melalui sesi tanya jawab.

Selanjutnya, mereka diarahkan melakukan metode refleksi tertulis dengan menuliskan makanan sehat kesukaan serta menceritakan kesibukan orang tua mereka di rumah. Hasil tulisan tersebut kemudian dipresentasikan langsung oleh anak-anak di depan kelas, dan rangkaian acara ditutup meriah dengan aksi bernyanyi bersama di area depan. Sesi ini sukses melatih kesiapan mental serta kemampuan berbicara di depan umum (public speaking) anak-anak dalam ruang berekspresi yang aman.

Melalui keberhasilan proyek sosial yang diwujudkan oleh mahasiswa ini, Universitas Esa Unggul menegaskan perannya dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademis, namun juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi untuk turun langsung membantu masyarakat marginal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Acara Budiman-Nusron di UGM Itu Sosialisasi, Bukan Dialog

22 Juni 2026 - 16:02 WIB

Tuntutan Demo Mahasiswa 3 Hari Berturut-turut Rasional

19 Juni 2026 - 22:56 WIB

Perjalanan Wahyuning Darwati Menjemput Gelar Doktor

19 Juni 2026 - 22:16 WIB

Populer PENDIDIKAN