Menu

Mode Gelap
Aldi’s Hotdog Buka Cabang Ketiga di BSD, Andalkan Odading Jadi Hotdog GAKESLAB Jakarta Hadir dan Berpartisipasi Dalam Seminar Nasional XIII & Healthcare Expo XI ARSSI 2026 Menduga Ada ‘Barter’ Kasus Jampidsus dan Korupsi MBG Pernyataan Hotman Paris soal Izin Presiden Menampar Prabowo Nanik Deyang Mundur dari BGN, Fokus Jalani Pengobatan Jantung Mencurigai Ada Kolusi di Temuan Uang Kasus Febrie

PENDIDIKAN

Tuntutan Demo Mahasiswa 3 Hari Berturut-turut Rasional

badge-check


					Foto: dok. ist Perbesar

Foto: dok. ist

INAnews.co.id, Jakarta-  Mahfud MD menilai rangkaian demonstrasi mahasiswa selama tiga hari berturut-turut di sejumlah kota besar seperti Jakarta, Yogyakarta, Bandung, dan Makassar merupakan respons rasional atas persoalan nyata di lapangan, bukan gerakan tanpa dasar.

“Menurut saya tuntutan mahasiswa itu semua rasional, berangkat dari fakta-fakta di lapangan. Semua yang diminta itu kan masalah pemborosan, masalah MBG. Beberapa di antaranya sudah terbukti,” kata Mahfud dalam wawancara di kanal YouTube Terus Terang, Selasa (16/6/2026).

Demonstrasi tersebut menyuarakan sejumlah tuntutan, di antaranya penghentian pemborosan APBN, penghentian program MBG dan KDMP, penurunan harga kebutuhan pokok, peninjauan ulang keterlibatan militer di wilayah sipil, hingga revisi Undang-Undang Kepolisian.

Mahfud menilai aksi masif yang digelar di berbagai kota secara bersamaan menjadi indikasi bahwa persoalan yang dihadapi negara saat ini sudah serius dan tak bisa diabaikan.

“Mahasiswa tuh untuk apa sih turun-turun begitu kalau tidak melihat masalah yang serius untuk bangsa dan negaranya,” ujarnya.

Ia turut menyoroti tuntutan terkait peran TNI dan Polri yang dinilainya mulai keluar dari koridor reformasi sesuai TAP MPR Nomor VI dan VII Tahun 2000, dan secara perlahan kembali ke pola lama yang lebih represif dan koruptif.

“Sudah mulai kembali ke yang lama. Padahal dulu, ketika memisahkan TNI-Polri, membuat kebijakan antikorupsi, membangun demokratisasi, itu kan ketika reformasi awal-awal tahun 98 sampai 2009 itu bagus,” katanya.

Mahfud berharap pemerintah menyikapi tuntutan mahasiswa secara arif agar tidak berkembang menjadi gerakan yang tidak terkendali.

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Anggaran MBG Jangan Gerus Dana Pendidikan

21 Juli 2026 - 23:59 WIB

Membela Presiden, Menyindir Pengkritik Ekonomi

21 Juli 2026 - 22:16 WIB

Koperasi Merah Putih Diklaim Hemat Ratusan Triliun Rupiah

21 Juli 2026 - 18:56 WIB

Populer POLITIK