Menu

Mode Gelap
CWIG Desak Penyidik Krimum Polda Metro Jaya Segera Tetapkan Tersangka Kasus BAT Bank Skema Vokasi Terintegrasi Menekan Ketidaksesuaian Kebutuhan Industri dan Lulusan Pendidikan 10 Tahun Jadi Urat Nadi Warga, Jembatan Biru Puma Kini Kian Rapuh, Tiang Keropos hingga Besi Pembatas Hilang Startup Baru Makin Sedikit, INDEF Ungkap Alasannya Investor Kini Tuntut Efisiensi Jangka Panjang, Bukan Cuma Profit PHK Teknologi 2026 Disebut Bukan Siklus Biasa

DAERAH

10 Tahun Jadi Urat Nadi Warga, Jembatan Biru Puma Kini Kian Rapuh, Tiang Keropos hingga Besi Pembatas Hilang

badge-check


					10 Tahun Jadi Urat Nadi Warga, Jembatan Biru Puma Kini Kian Rapuh, Tiang Keropos hingga Besi Pembatas Hilang Perbesar

INAnews.co.id, BAUBAU – Sepuluh tahun menjadi akses utama masyarakat Pulau Makasar, khususnya warga Puma, Jembatan Biru yang menghubungkan kawasan tersebut dengan daratan Kota Baubau kini mulai menunjukkan kondisi yang memprihatinkan.

Sejumlah bagian jembatan disebut mengalami kerusakan. Tiang penyangga yang terus terpapar air laut mulai terkikis dan keropos. Di sisi lain, sejumlah besi pembatas jembatan juga telah hilang sehingga membuat aspek keselamatan pengguna menjadi perhatian.

Jembatan tersebut diresmikan pada 5 Juli 2017, pada masa pemerintahan Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam. Namun, masyarakat telah menggunakannya sejak 2016 karena menjadi jalur tercepat menuju pusat Kota Baubau.

Sebelum jembatan tersedia, warga Puma harus mengandalkan perahu jonson dan katinting untuk menuju daratan Baubau.

Kini, keberadaan Jembatan Biru bukan sekadar memudahkan mobilitas warga. Infrastruktur tersebut telah menjadi jalur penting bagi aktivitas ekonomi masyarakat Pulau Makasar.

Tokoh pemuda Kelurahan Sukanaeyo, Ali Iskandar Majid, mengatakan kendaraan roda empat seperti mobil pikap, angkutan umum hingga kendaraan pribadi melintas setiap hari.

“Jembatan Biru adalah satu-satunya jalur penghubung Puma dan Baubau. Sudah seharusnya pemerintah segera melakukan perbaikan untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan,” kata Ali saat ditemui, Selasa (18/8/2026).

Ali mengatakan kondisi jembatan semakin memprihatinkan dari tahun ke tahun. Saat kendaraan roda empat melintas, badan jembatan disebut terasa bergoyang.

Menurut dia, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian karena sebagian tiang penyangga telah terkikis air laut dan mengalami keropos.

Selain itu, sejumlah besi pembatas di sisi jembatan disebut telah hilang. Kondisi ini dinilai dapat meningkatkan risiko bagi pengendara, khususnya ketika melintasi jembatan pada malam hari.

“Kalau dibiarkan tanpa perbaikan, baik perbaikan ringan maupun pemugaran, ini bisa membahayakan pengendara dan mengancam keberlangsungan jembatan itu sendiri,” ujarnya.

Warga Pulau Makasar mengaku telah beberapa kali menyampaikan kondisi Jembatan Biru kepada pihak legislatif maupun eksekutif. Namun, hingga kini belum ada kepastian mengenai kapan perbaikan akan dilakukan.

Masyarakat berharap Pemerintah Kota Baubau segera melakukan pemeriksaan terhadap kondisi jembatan dan mengambil langkah perbaikan sebelum kerusakan semakin parah.

Bagi warga Puma, Jembatan Biru bukan sekadar penghubung antarkawasan. Selama bertahun-tahun, jembatan ini telah menjadi akses utama menuju pusat Kota Baubau sekaligus jalur penting bagi aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Tutup HUT ke-81 RI, Pesan Bupati Adios: Jangan Lupakan Orang yang Pernah Berjuang untuk Kita

18 Agustus 2026 - 12:25 WIB

Bupati Adios Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Buton Selatan

17 Agustus 2026 - 14:33 WIB

72 Paskibraka Buton Selatan Resmi Dikukuhkan untuk Bertugas pada Upacara HUT ke-81 RI

16 Agustus 2026 - 11:46 WIB

Populer DAERAH