Menu

Mode Gelap
Menkeu Pastikan Kenaikan Status Guru Tak Ganggu Fiskal Menpan RB Ungkap Data Kebutuhan Formasi Guru Nasional DPR Gelar Rapat Finalisasi Status Guru PPPK Paruh Waktu Kritik Tajam Ekonom Menyoal Angka Statistik Pemerintah Pengembang Property di Depok Keluhkan Sulitnya Urus PBG, Ancam Demo ke Balaikota CBA Kritik Bank BJB Banjir Masalah Hukum Bukan Banjir Nasabah

NASIONAL

PHK Teknologi 2026 Disebut Bukan Siklus Biasa

badge-check


					Foto: Deniey Adi Purwanto Perbesar

Foto: Deniey Adi Purwanto

INAnews.co.id, Jakarta– Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang kembali melanda industri teknologi belakangan ini dinilai berbeda karakter dari fenomena serupa yang pernah terjadi pada 2022-2023. Research Associate Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Deniey Adi Purwanto, mengatakan PHK saat ini bersifat struktural, bukan sekadar penyesuaian siklus bisnis.

“Kalau yang 2022 itu kita sebut sebagai cyclical layoff karena dia menyesuaikan dengan bisnis cycle. Tapi yang saat ini ini lebih ke struktural layoff karena struktur komposisi dari proses produksi itu sudah bergeser ke AI,” kata Deniey di kanal YouTube INDEF, tayang Ahad (16/8/2026).

Ia menjelaskan, fase 2020-2021 merupakan periode “digital blooming” saat suku bunga rendah mendorong munculnya banyak startup baru dengan strategi bakar uang. Memasuki 2022-2023, efisiensi mulai menyasar posisi-posisi pendukung seperti administrasi dan HR. Namun pada 2026, menurutnya, pergeseran sudah merambah ke pekerjaan operasional dan teknis akibat otomatisasi berbasis AI.

“Di 2026 ini ada hal yang berbeda, bukan saja digitalisasi tetapi sudah ke AI. AI sudah mulai mengambil alih,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Kunci Gen Z Selamat dari Badai PHK: Upskilling dan Adaptif

18 Agustus 2026 - 20:44 WIB

Presiden Prabowo Serukan Penghentian Perang di Timur Tengah

17 Agustus 2026 - 05:21 WIB

Prabowo: Koruptor Dana MBG Tidak Pantas Dihormati

15 Agustus 2026 - 13:19 WIB

Populer NASIONAL