INAnews.co.id, Jakarta– Di tengah maraknya PHK di sektor teknologi, generasi muda diminta segera bertransformasi dari sekadar “employability” menuju “adaptability”. Peneliti INDEF, Deniey Adi Purwanto, menyebut kemampuan beradaptasi dengan teknologi menjadi penentu utama daya saing tenaga kerja ke depan.
“2026 ke depan ini adalah adaptability, bagaimana dia menyesuaikan dengan lingkungan itu, dan ini juga sangat cepat,” kata Deniey di kanal YouTube INDEF, tayang Ahad (16/8/2026).
Ia menyarankan generasi Z untuk tidak menutup diri dari peluang kerja lintas sektor maupun lintas wilayah, termasuk peluang di luar negeri, sebagai bagian dari strategi bertahan di tengah persaingan yang makin ketat. “Kalau enggak dapat di Surabaya, cari di Jakarta. Kalau memang keahlian kita kebutuhannya ada di Australia, ada di China, ya silakan ke situ, itu proses yang alamiah saja,” ujarnya.
Kepada pemerintah, ia mendorong optimalisasi program pemagangan nasional serta perbaikan iklim investasi agar penciptaan 19 juta lapangan kerja yang ditargetkan dapat terealisasi. “Hal-hal yang berkaitan dengan investasi ini memang perlu untuk ditingkatkan,” pungkasnya.






