Launching INKOPPAS Link: Digitalisasi Pasar, Pedagang Berdaya, Pembeli Bahagia
- account_circle Robi
- calendar_month 4 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INAnews.co.id, Jakarta– Induk Koperasi Pedagang Pasar Indonesia (INKOPPAS) resmi meluncurkan aplikasi digital bertajuk INKOPPAS Link dalam sebuah acara bertema “Digitalisasi Pasar, Pedagang Berdaya, Pembeli Bahagia” yang digelar di Pasar Cibubur. Peluncuran ini dihadiri jajaran Kementerian Koperasi, Pemprov DKI Jakarta, LPDB, PD Pasar Jaya, para pengurus Puskopas dan Kopas se-Indonesia, serta mitra strategis seperti Monologi dan Moneta.
Momentum Digitalisasi Pasar Tradisional
Ketua INKOPPAS Cibubur, Kusnadi, dalam sambutan pembukanya menegaskan bahwa peluncuran INKOPPAS Link merupakan jawaban atas perubahan zaman agar pasar rakyat tetap mampu bersaing melayani pembeli yang kini terbiasa berbelanja lewat gawai. Ia berharap program ini tidak berhenti sebatas seremoni.
“Kawal terus program ini agar tidak terhenti sebatas seremoni, tetapi benar-benar diterapkan dan memberi manfaat nyata bagi naiknya kelas pedagang kecil kita,” ujar Kusnadi.
Ia juga mengingatkan agar nilai kekeluargaan dan tawar-menawar khas pasar tradisional tetap dijaga meski pelayanan dibawa ke level yang lebih modern. Menutup sambutannya, Kusnadi menyampaikan harapan besarnya melalui sebuah pesan yang menjadi sorotan.
“Pasar boleh makin digital, tapi silaturahmi jangan sampai hilang,” tegasnya.
29 Tahun INKOPPAS dan Lompatan Digitalisasi
Sekretaris Umum INKOPPAS, Andrian Lame Muhar, memaparkan bahwa peluncuran ini bertepatan dengan momentum penting organisasi yang pada 19 September mendatang genap berusia 29 tahun sejak berdiri tahun 1997. Ia menceritakan bagaimana INKOPPAS yang menaungi lebih dari 2.000 koperasi pedagang pasar se-Indonesia selama ini masih mengandalkan cara-cara manual dalam koordinasi antarwilayah, termasuk penyaluran komoditas yang masih dilakukan lewat telepon langsung ke masing-masing ketua Puskopas daerah.
Menurutnya, kondisi tersebut mendorong INKOPPAS untuk segera beralih ke sistem digital agar distribusi informasi dan layanan bisa lebih merata dan adil ke seluruh anggota.
“Kita ini harus mulai masuk ke era digitalisasi, supaya nanti perkembangan di pusat bisa didengar sampai ke bawah,” kata Andrian.
Ia menjelaskan bahwa INKOPPAS Link dikembangkan bersama mitra strategis Monologi untuk sisi pengembangan aplikasi dan Moneta sebagai payment gateway. Melalui aplikasi ini, anggota koperasi diharapkan dapat melakukan transaksi, pembukuan koperasi, layanan simpan pinjam, hingga pembayaran berbasis QR hanya dengan satu sentuhan di ponsel masing-masing.
“Dengan satu sentuhan di handphone, kita bisa melakukan transaksi, pembukuan koperasi, simpan pinjam, sampai QR,” jelasnya.

Foto: Sekum Andrian Lame Muhar mencoba INKOPPAS Link
Andrian menambahkan bahwa tujuan akhir digitalisasi ini adalah memperkuat fondasi finansial pedagang pasar agar mereka lebih sejahtera dan program ini sejalan dengan semangat Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 33 Ayat 1 tentang ekonomi berasaskan kekeluargaan, sekaligus mendukung arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto terkait penguatan koperasi, termasuk Koperasi Desa Merah Putih.
Digitalisasi sebagai Senjata Bersaing
Mewakili Menteri Koperasi Ferry Juliantono yang berhalangan hadir, Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi Makro Kementerian Koperasi, Ruli Nuryanto, menyampaikan apresiasi atas kelahiran INKOPPAS Link yang terwujud hanya lima bulan setelah penandatanganan kerja sama INKOPPAS dengan PT Bank Tabungan Negara pada April lalu.
Ia menilai digitalisasi merupakan strategi penting bagi pedagang pasar rakyat di tengah persaingan usaha yang semakin ketat.
“Digitalisasi ini merupakan salah satu senjata dan strategi penting bagi kita semua ketika menghadapi persaingan,” ujar Ruli.

Foto: Staf Ahli Kemenkop, Ruli Nuryanto memberikan sambutan
Menurut Ruli, pemanfaatan tautan digital dalam INKOPPAS Link berpotensi memperluas jangkauan pasar karena dapat diintegrasikan dengan aplikasi perpesanan, media sosial, maupun layanan ojek online untuk pengantaran barang. Ia juga menyoroti manfaat fitur tautan pembayaran digital yang memudahkan transaksi tanpa kendala uang kembalian.
“Pembeli tinggal klik dan membayar lewat e-banking atau e-wallet,” katanya, seraya menambahkan bahwa hal ini dapat mengurangi persepsi negatif dari pembeli akibat masalah kembalian tunai.
Meski demikian, Ruli mengingatkan bahwa keberhasilan digitalisasi ini sangat bergantung pada pemahaman para pedagang pasar terhadap teknologi yang digunakan.
“Harus dimulai dengan pemahaman atas pemanfaatannya di kalangan para anggota, para pedagang pasar rakyat,” pungkasnya.
Sinergi Multipihak
Peluncuran INKOPPAS Link menjadi bukti sinergi antara koperasi pedagang pasar, pemerintah, BUMD, dan sektor swasta dalam mendorong transformasi digital pasar rakyat. Dengan dukungan Kementerian Koperasi, Pemprov DKI Jakarta melalui PD Pasar Jaya, LPDB, serta mitra teknologi Monologi dan Moneta, INKOPPAS berharap program ini mampu meningkatkan omset pedagang, mempercepat administrasi koperasi, dan pada akhirnya mewujudkan kesejahteraan anggota di seluruh Indonesia.
- Penulis: Robi

Saat ini belum ada komentar