Ekonom Ini Ungkap Diteror usai Kritik Keras Purbaya
- account_circle Robi
- calendar_month 17 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: Ferry Latuhihin/tangkapan layar
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INAnews.co.id, Jakarta– Dalam podcast-nya, Ferry Latihihin membeberkan pengalaman pribadinya yang mengaku mendapat tekanan dari lingkaran Purbaya akibat kritik tajamnya terhadap kebijakan sang mantan Menteri Keuangan.
Ferry mengaku mengenal Purbaya sejak tahun 2000 ketika keduanya sama-sama bekerja di Danareksa Research Institute. Ia menyebut sejak awal Purbaya diangkat sebagai Menkeu, dirinya sudah menyuarakan keraguan atas kapasitas Purbaya di berbagai platform. “Saya tidak yakin beliau kompeten menduduki posisi itu,” ujarnya, di kanal YouTube-nya yang diunggah Kamis (17/9/2026).
Ferry mengklaim kritik tersebut berbuntut panjang. Ia mengaku pernah dipanggil otoritas pajak terkait harta yang menurutnya tidak pernah dilaporkan. “Tiba-tiba saya didatangi oleh orang-orang pajak yang memanggil saya untuk datang dengan surat panggilan berisi bahwa saya punya harta-harta ini dan itu, mobil-mobil supercar yang tidak dilaporkan ke pajak,” katanya.
Ia juga mengklaim sejumlah kanal podcast yang pernah mengundangnya sebagai narasumber ditanyai soal honor yang ia terima. “Kalau saya dipanggil menjadi tamu di salah satu podcast, paling-paling dikasih kue atau kopi sama pisang goreng,” ujar Ferry sambil menegaskan dirinya bukan bagian dari kekuatan politik mana pun. “Saya ini solo fighter, saya single fighter.”
- Penulis: Robi

Saat ini belum ada komentar