Menu

Mode Gelap
Ekspor Indonesia Masih Terjebak di Komoditas Mentah, Daya Saing Terancam Kedaulatan Rakyat Harus Dikembalikan Indonesia Pilih Perdamaian, Ingin Jadi Teman Semua dan Musuh tak Seorang Pun Otoriter ke Oligarki, Bukan ke Rakyat Indonesia Negara Paling Bahagia dan Optimis di Dunia Ganti Tujuh Menteri untuk Percepat Pengembalian Kedaulatan

HUKUM

Kejaksaan Agung Akhirnya Bisa Memulangkan Terpidana DPO Adelin Lis

badge-check


					Kejaksaan Agung Akhirnya Bisa Memulangkan Terpidana DPO Adelin Lis Perbesar

INAnews.co.id,Jakarta – Kejaksaan RI berhasil memulangkan dan menjemput Terpidana ADELIN LIS di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang Banten pada Sabtu (19/6/2021) dirinya merupakan Terpidana dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi dan Tindak Pidana Kehutanan di Medan, Sumatera Utara. 

Jaksa Agung, Saat konferensi pers Pemulangan Adelin Lis dari Singapura sebagi Terpidana DPO.

Dalam konferensi pers yang digelar pasca penjemputan Terpidana DPO, Jaksa Agung RI ST Burhanuddin yang hadir di Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung dan didampingi Jaksa Agung Muda Pidana Khusus dan Jaksa Agung Muda Intelijen mengatakan pemulangan Terpidana ADELIN LIS merupakan berkat kerja sama, soliditas dan sinergi berbagai pihak yang berkontribusi, baik di lingkup Pemerintah Indonesia, maupun Pemerintah Singapura, serta menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Singapura khususnya Attorney-General’s Chambers (Jaksa Agung Republik Singapura) Lucien Wong, Ministry of Foreign Affairs (Menteri Luar Negeri Singapura) Vivian Balakrishnan, dan Ministry of Home Affairs (Menteri Dalam Negeri dan Hukum Singapura) K. Shanmugam.

“Kejaksaan RI juga berterimakasih dan mengapresiasi kepada lingkup internal Pemerintah Indonesia yang telah mendukung dan membantu keberhasilan upaya pemulangan tersebut: Menteri Luar Negeri, Menteri Hukum dan HAM RI (cq. Direktur Jenderal Imigrasi), Kepala Kepolisian RI dan Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara. Secara khusus, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI di Singapura yang bersinergi pada lingkup internal, dan aktif berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung Singapura, ICA dan MFA, guna membantu keberhasilan Pemerintah Indonesia dalam repatriasi Buronan,” ujar Jaksa Agung RI.

Selanjutnya, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak, SH. MH menyampaikan kasus posisi Terpidana ADELIN LIS dan kronologis upaya pemulangan.

Kapuspenkum Kejaksaan Agung ,LEONARD EBEN EZER SIMANJUNTAK, SH. MH.Dalam konferensi pers Pemulangan Adelin Lis dari Singapura.

Kasus yang menjerat Adelin Lis. 

Terpidana melakukan penebangan secara ilegal di Kab. Mandailing Natal sehingga menyebabkan kerusakan lingkungan. Terpidana dalam posisinya sebagai Direktur Keuangan/Umum PT Keang Nam Development Indonesia (KNDI) dan PT. Inanta Timber bersama-sama Oscar Sipayung (Dirut), Ir. Washington Pane (Direktur Produksi dan Perencanaan), Ir.Sucipto L. Tobing (Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Mandailing Natal, tahun 2000 – 2002), Ir. Budi Ismoyo (Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Mandailing Natal, tahun 2002-2006), terlibat kasus dugaan pembalakan liar di Kab. Mandailing Natal (Propinsi Sumatera Utara) yang merugikan negara.

PT. KNDI (Keang Nam Development Indonesia) mendapat fasilitas pengusahaan hutan (sekarang Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu/UPHHK) seluas 58.590 hektar di kawasan hutan Sungai Singkuang-Sungai Natal Kabupaten Mandailing Natal.

Namun pada tahun 2000 hingga 2005, tanpa hak dan izin telah melakukan penebangan serta memungut hasil hutan kayu tebang di luar Rencana Kerja Tahunan (RKT), PT. KNDI dan pemungutan hasil hutan kayu itu sama sekali tidak membayar Provisi Sumber Daya Hutan (PSDH) dan Dana Reboisasi (DR).

Perbuatan Terpidana tersebut telah memperkaya PT. KNDI atau diri Terpidana sendiri dan menimbulkan kerugian negara sebagaimana hasil perhitungan Perwakilan BPKP Prov. Sumatera Utara sebesar Rp 119.802.393.040 (seratus sembilan belas milyar delapan ratus dua juta tiga ratus sembilan puluh tiga ribu empat puluh rupiah) dan US$ 2.938.556,24 (dua juta Sembilan ratus tiga puluh delapan ribu lima ratus lima puluh enam koma dua puluh empat dollar Amerika).

Perbuatan Adelin Lis tersebut melanggar Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang RI Nomor 21 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman seumur hidup serta Undang-Undang RI Nomor 41 Tahun 1999 yang telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2004 tentang Kehutanan.

Terpidana DPO Adelin Lis, Tengah menjalani Protokol Kesehatan dengan dilakukannya Rapid test antigen.

Kronologis  pemulangan DPO Terpidana ADELIN LIS : 

    1. KBRI Singapura telah menerima surat dari Immigration and Checkpoint Authority (ICA) Singapura pada tanggal 4 Maret 2021. Surat dari ICA tersebut pada intinya berisikan permintaan verifikasi atas identitas sebenarnya dari Sdr. Adelin Lis dan apakah passport Nomor B 7348735 atas nama Hendro Leonardi secara sah diterbitkan oleh pihak berwenang di Indonesia. ICA mendeteksi dan melakukan penangkapan terhadap yang bersangkutan di Bandara Changi tanggal 28 Mei 2018. Kepala Perwakilan RI di Singapura kemudian menyampaikan brafax kepada Jaksa Agung RI Nomor: R-00057/Singapura/210305, tanggal     Maret 2021, perihal proses hukum WNI atas nama Hendro Leonardi atas Dakwaan Pemalsuan Identitas atas nama Adelin Lis. Pihak ICA Singapura menyatakan telah menahan Hendro Leonardi dengan tuduhan menggunakan data yang sama pada WNI atas nama Adelin Lis dan data identifikasinya juga tercantum dalam system keimigrasian Singapura.
    2. Pada tanggal 8 Maret 202, Atase POLRI berkoordinasi dengan Mabes POLRI dan POLDA Sumatera Utara, diperoleh hasil sebagai berikut:

               2.a.Benar bahwa Adelin Lis merupakan WNI dan merupakan DPO Penyidik                           Polda Sumatera Utara No. Pol: DPO/115/XII/2006/Dit Reskrim Polda                               Sumatera Utara tanggal 29 Desember 2006.

2.b. Bahwa benar Sdr. Adelin Lis merupakan DPO dengan Surat Perintah                               Penangkapan No. Pol: SP/Kap/01/2007/Dit. Reskrim Polda Sumatera                               Utara tanggal 7 Januari 2007.

2.c. Bahwa benar Sdr. Adelin Lis merupakan buronan yang masuk ke dalam                           Red Notice Interpol No. A-2671/1-12007, tanggal 19 November 2007                             dan belum daluwarsa.

2.d.Data yang diterima oleh ICA Singapura terhadap WNI yang mengaku                               Hendro Leonardi dibandingkan dengan data yang terdapat dalam sistem                       imigrasi Indonesia dan juga data dari Polda Sumatera Utara yaitu DPO                           Atas nama  Adelin Lis oleh Pusinafis POLRI. Pada hari Selasa, tanggal 9                         Maret 2021, dari hasil pencocokan kesemua data di atas didapatkan                               hasil bahwa semua data sidik jari merupakan identik dengan 12 titik                               indikator yang sama. 

3. Atase Kejaksaan pada KBRI Singapura juga melakukan koordinasi dengan Biro                Hukum dan Hubungan Luar Negeri Kejaksaan Agung dan diperoleh informasi                  bahwa Hendro Leonardi merupakan buronan Kejaksaan RI                                              berdasarkan Putusan Mahkamah Agung dengan Nomor Putusan 68                                K/PID.SUS/2008, tanggal 31 Juli 2008. Hendro Leonardi alias Adelin Lis juga                  merupakan subyek Red Notice  Interpol No. A-2671/1-12007, tanggal 19                      November 2007 dan belum kadaluwarsa.

4. Pada tanggal 15 Maret 2021, dilaksanakan proses hukum lanjutan terhadap                  Hendro Leonardi alias Adelin Lis, bertempat di State Court Singapura. Pada                    sidang tersebut, DPP Penuntut Umum meminta penundaan sidang ke tanggal                27 April 2021 karena meminta waktu untuk mempelajari surat dari KBRI                        Singapura kepada ICA.

5. Pada tanggal 27 April 2021,dilaksanakan sidang lanjutan terhadap Hendro                    Leonardi alias Adelin Lis bertempat di State Court Singapura.                                          Dalam sidang, Hendro Leonardi alias Adelin Lis mengaku bersalah atas                          dakwaan pelanggaran  keimigrasian yang diajukan oleh DPP Penuntut Umum.                Hakim menerima pengakuan bersalah tersebut dan menjadwalkan                                  pemidanaan, tanggal 9 Juni 2021.

6. Selanjutnya, Duta Besar Republik Indonesia telah menyampaikan surat                           kepada Jaksa Agung RI tanggal 4 Juni 2021, Perihal Kasus WNI atas nama                     Hendro Leonardi, yang menyampaikan :

6.a. KBRI menyarankan untuk melakukan 2 (dua) skenario penjemputan                                 yaitu penjemputan dengan menyewa pesawat carter dari                                                 Indonesia dan dibawa dengan pesawat komersial Garuda                                               Indonesia melaui mekanisme Transit atau connect@Changi. Hal                                     tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi proses                                                       Repatriasi Hendro Leonardi alias Adelin Lis. Terhadap kedua opsi                                     tersebut, KBRI merekomendasikan untuk  melakukan                                                       penjemputan dengan menggunakan pesawat Carter.

6.b. Waktu penjemputan diperkirakan tanggal 14- 20 Juni 2021,                                           sambil menunggu Putusan Pengadilan Singapura tanggal 9                                             Juni 2021 dan kebijakan penanganan Covid-1 Pemerintah Singapura,                             tanggal 13 Juni 2021, dengan catatan tidak adanya penundaan                                     sidang atau proses hukum lain.

6.c. ICA Singapura memastikan bahwa Hendro Leonardi alias                                                Adelin Lis akan di bawa ke Detensi Imigrasi setelah Putusan                                            Pengadilan final pada tanggal 9 Juni 2021, guna mengurangi resiko                                terhadap Hendro Leonardi alias Adelin Lis untuk melarikan diri.

7. Sejak tanggal 16 Juni 2021,telah dilakukan beberapa tindakan, antara lain :

7.a.KBRI Singapura sudah melakukan koordinasi dengan Jaksa Agung                                  Singapura untuk menyampaikan keinginan Jaksa Agung RI. Biodata                                tentang kejahatan yang dilakukan Adelin Lis sudah disampaikan ke                                Kejaksaan Agung Singapura.

7.b. Jaksa Agung Singapura sangat memahami kasus ini, tetapi wewenang                            untuk repatriasi ada di ICA (Imigrasi Singapura),Kementerian Dalam                                Negeri (Ministry of Home  Affairs) Singapura. KBRI secara resmi sudah                              menyampaikan keinginan penegak hukum Indonesia bagi                                                diizinkannya penjemputan khusus kepada buronan kelas kakap ini.

7.c. Namun pihak  Kementerian Luar Negeri Singapura pada 16 Juni                                     2021 tidak memberikan izin untuk penjemputan  secara langsung. Sesuai                       dengan aturan hukum Singapura, Adelin Lis hanya akan dideportasi                               dengan menggunakan pesawat komersial.

7.d. Bahkan putra Adelin Lis melalui Kantor                                                                             Pengacara/Advokat Dr. Parameshwara & Partners, Medan,                                                menyurati Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Nomor: VI-                                      XXII/P&P/P/VI/2021 pada tanggal 11 Juni 2021 bahwa pada                                            pokoknya agar Adelin Lis diizinkan untuk pulang sendiri ke Medan dan                            akan datang ke Kejaksaan Negeri Medan. Adelin Lis bahkan sudah                                  memesan tiket ke Medan untuk penerbangan 18 Juni 2021, padahal saat                      dijatuhi denda oleh Pengadilan Singapura meminta untuk dibayar                                  dua kali karena mengaku mengalami  kesulitan keuangan.                                              Bahkan selanjutnya meminta agar bisa ditahan di Lapas Tanjung                                    Gusta.

7.e. Atas surat dari Pengacara  anak Terpidana Adelin Lis                                                        tersebut, Jaksa Agung Republik Indonesia mengirimkan surat                                          kepada Duta Besar Republik Indonesia di Singapura tanggal 16                                      Juni 2021, yang pada pokoknya:

– Adelin Lis adalah buronan Kejaksaan berisiko tinggi (high                                                risk fugitive) yang sudah yang sudah 14 (empat belas) tahun                                            menghindari eksekusi pidana penjara, denda dan uang pengganti.

– Meminta kepada Duta Besar Republik Indonesia di Singapura                                           agar Terpidana Adelin Lis dipulangkan ke  Jakarta melalui                                               sarana transportasi yang aman, yaitu menggunakan                                                       pesawat  Garuda Indonesia atau dengan pesawat charter.

– Sebagai langkah melaksanakan kedaulatan hukum                                                         Indonesia, diminta kepada KBRI singapura agar Surat Perjalanan                                     Laksana Paspor (SPLP) dari Singapura menuju Jakarta tidak                                             diserahkan terlebih dahulu kepada yang bersangkutan atau                                             otoritas Imigrasi di Singapura, sebelum didapat kepastian                                               mengenai penjemputan  dan jaminan keamanan yang memenuhi                                   kelayakan pemulangan buronan Kejaksaan berisiko tinggi.

8. Sejak tanggal 16 Juni sampai dengan tanggal 19 Juni 2021, telah dilakukan                  beberapa tindakan, antara lain:

8.a. Jaksa Agung Republik Indonesia berkomunikasi  secara intensif dengan                           Menteri Luar Negeri Republik Indonesia serta Bapak Duta Luar Besar dan                       Berkuasa Penuh Republik Indonesia (Duta  Besar LBBP RI) di                                             Singapura untuk pemulangan DPO Berisiko Tinggi Adelin Lis yang berada                       di Singapura menggunakan  identitas palsu Hendro Leonardi.

8.b. Dengan upaya yang optimal dan berkat kerjasama, soliditas dan                                     sinergi dengan berbagai pihak baik di Indonesia dan di Singapura                                   termasuk Pemerintah Singapura, hari Sabtu  tanggal 19 Juni 2021, pukul                       17.40 WIB (18.40 SIN) Terpidana  Adelin Lis masuk ke dalam pesawat                             Garuda Indonesia GA 837.

8.c. Saat memasuki Bandara Changi Singapura  Terpidana dikawal ketat                               4 (empat) orang petugas  Kepolisian Singapura dan melewati jalur                                 khusus karena yang bersangkutan sebagai DPO Berisiko Tinggi (High Risk                         Fugitive)  sampai ke dalam pesawat Garuda Indonesia.

8.d. Didalam Pesawat Garuda Terpidana Adelin Lis didudukkan di seat 57 T                          dan langsung diapit oleh Petugas Kejaksaan Republik Indonesia seat 57                          G dan 57 F.

8.e. Pesawat Garuda Indonesia GA 837 take off dari Singapura sekitar Pkl.                           17.56 WIB (18.56 SIN)

8.f. Pesawat Garuda Indonesia GA 837 mendarat di bandara Soekarno Hatta                       pkl. 19.40 WIB, langsung dibawa turun dengan penjemputan mobil                                 tahanan dan menuju ke Kejaksaan Agung dengan pengawalan super                             ketat.

9. Operasi pemulangan DPO Terpidana Adelin Lis dipimpin langsung oleh                            Jaksa Agung Muda Intelijen (Dr. Sunarta).

10. Pengamanan di bandara dibantu oleh pihak Kepolisian Polda Banten, Polres                 Tangerang dan Polres  Bandara, Polisi Militer (POM) TNI, pihak Imigrasi                           dihadiri Kepala Kantor Imigrasi Bandara, Dir Intel Ditjen Imigrasi.

11. Terpidana Adelin Lis akan  ditahan sementara untuk  mengikuti karantina                       kesehatan di Rumah  Tahanan Negara (Rutan)  Salemba Cabang Kejaksaan                     Agung, dan selanjutnya akan dieksekusi di Lembaga Pemasyarakatan.

12. Pemulangan Buronan  Adelin  Lis akhirnya berhasil  dilaksanakan berkat kerja               sama, soliditas dan sinergi berbagai pihak yang  berkontribusi, baik di                             lingkup Pemerintah Indonesia, maupun Pemerintah Singapura. Oleh karena                   itu, pada kesempatan ini Bapak Jaksa  Agung RI, mewakili  Kejaksaan Republik               Indonesia sebagai penegak hukum pelaksana perkara  pidana dan pelaksana                 kedaulatan hukum Indonesia, menyampaikan terima kasih dan apresiasi                         yang setinggi-tingginya kepada :

– Pemerintah Singapura, khususnya: Attorney-General’s Chambers                                     (Kejaksaan Agung Singapura/Bapak Jaksa Agung Lucien Wong).

– Ministry of Foreign Affairs (Kemenlu Singapura, Bapak Vivian                                           Balakrishnan).

– Ministry of Home Affairs (Kemendagri Singapura yang membawahi ICA-                         Otoritas Imigrasi Singapura, Bapak K. Shanmugam).

Di Akhir konferensi pers Kepala Pusat Penerangan Hukum kembali mengatakan ucapan terima kasih dari Jaksa Agung dan menyampaikan apresiasi kepada lingkup internal Pemerintah Indonesia yang telah mendukung dan membantu keberhasilan upaya pemulangan tersebut, kepada: Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Menteri Hukum dan HAM (cq. Dirjen Imigrasi), Kapolri dan Kapolda Sumatera Utara, serta Kapolda Banten, pihak TNI. Secara khusus, Jaksa Agung juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Duta Besar LBBP RI di Singapura (Bapak Suryo Pratomo) yang telah bekerja keras, bersinergi pada lingkup internal, dan aktif berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung Singapura, ICA dan MFA, guna membantu keberhasilan Pemerintah Indonesia dalam repatriasi Buronan Berisiko Tinggi Terpidana Adelin Lis.

Untuk selanjutnya terpidana ADELIN LIS dibawa ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salemba Cabang Kejaksaan Agung dimana sebelumnya telah dilakukan pemeriksaan kesehatan dan swab antigen dengan hasil dinyatakan sehat dan negatif Covid-19.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Putusan Kasus Pagar Laut Dinilai Tebang Pilih, PIK 2 tak Tersentuh

23 Januari 2026 - 15:07 WIB

Uchok Sky Khadafi Diteror Pakai Bangkai Ayam: Begini Tulisannya

22 Januari 2026 - 21:59 WIB

Ijazah Jokowi Harus Dibuktikan di Pengadilan

21 Januari 2026 - 20:47 WIB

Populer HUKUM