Menu

Mode Gelap
Surya Paloh Ditantang Turun Tangan, Oknum Sekretaris DPD Partai NasDem Terlibat PETI Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika Pakar: Penetapan Adies Kadir Hakim MK Cacat Hukum dan Sarat Kepentingan Politik Hukum di Indonesia Disebut Hanya Tegak di Permukaan, Mafia tak Tersentuh

KEUANGAN

Bos mata uang kripto meninggal, dana investor $180 juta terancam hangus

badge-check


					Bos mata uang kripto meninggal, dana investor $180 juta terancam hangus Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta – Dampak meninggalnya dari bos mata uang kripto Gerald Cotten berdampak pada hangsunya dana investor senilai US$ 180 juta .

Quadriga yang merupakan bursa cryptocurrency terbesar Kanada tidak dapat memperoleh akses bitcoin tersebut serta sejumlah aset digital  setelah CEO Gerald Cotten meninggal karena komplikasi Crohn’s Disease saat bepergian ke India.

Quadriga CX, bursa cryptocurrency yang kehilangan akses jutaan dolar setelah pendirinya meninggal dunia diberikan penangguhan sementara dari tuntutan hukum kreditur.

Dilansir Reuters, Hakim Halifax Michael Wood pada Selasa (5/2/2019) mengeluarkan penangguhan 30 hari untuk proses pengajuan klaim terhadap Quadriga. Bursa yang berbasis di Kanada ini kehilangan akses dana setelah kematian pendirinya, Gerald Cotten.

Cotten, adalah satu-satunya orang yang memiliki kata sandi untuk digital wallet yang berisi mata uang kripto senilai C$180 juta, menurut laporan pengadilan.

“Meskipun telah melakukan pencarian berulang, saya belum dapat menemukan (kata sandi) yang ditulis di mana pun,” ungkap istri Cotten, Jennifer Robertson dalam pernyataan tertulis, seperti dikutip Reuters.

Dokumen pengadilan menunjukkan Quadriga berutang kepada 115.000 pengguna setara dengan C$250 juta (US$190,46 juta). Dokumen itu juga menunjukkan Quadriga memiliki aset senilai C$30 juta dalam bentuk bank draft.

Menurut pengajuan pengadilan, perusahaan sedang mempertimbangkan menjual platform-nya untuk menutupi utangnya.

Pengacara Quadriga, Maurice Chiasson mengatakan kepada pengadilan bahwa perusahaan membutuhkan waktu untuk mencari dana terhutang senilai C$250 juta.

Cotten selama menjalankan bisnisnya selama 5 tahun sadar akan keamanan perangkat lunaknya dan hal tersebut selalu dienkripsi.

Untuk menghindari peretasan, Cotten memindahkan “mayoritas” koin digital ke dalam cold storage, atau media penyimpanan yang tidak terhubung ke internet, ungkap pengadilan.

Cole Diamond, CEO Coinsquare yang berbasis di Toronto, mengatakan kata sandi untuk cold storage biasanya dipegang oleh satu orang saja, melainkan dengan dua atau lebih otorisasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Haidar Ungkap Lima Pasal Krusial Dalam Perjanjian Dagang Indonesia dan Amerika Serikat

25 Februari 2026 - 03:55 WIB

Prabowo Ultimatum Kepala OJK Mundur

16 Februari 2026 - 16:27 WIB

Penelitian: MMQ Jauh Lebih Adil dari Murabahah untuk KPR Syariah

16 Februari 2026 - 14:24 WIB

Populer KEUANGAN