INAnews.co.id, Jakarta – Indo Barometer kembali merilis survey jelang Pilpres yang tinggal menghitung hari, jelang 17 april 2019. Hasil survei menemukan pasangan capres Jokowi-Ma’ruf, diprediksi akan mengungguli pasangan capres Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019.
Menurut peneliti Indo Barometer Hadi Suprapto Rusli, Jokowi-Ma’ruf memiliki potensi elektabilitas 52,1 persen. Sementara Prabowo-Sandi, 31,8 persen. “Jokowi-Ma’ruf masih mengungguli Prabowo-Sandi dengan selisih potensi elektabilitas 18,8 persen,” ujar Hadi.
“Jokowi kembali mengungguli Prabowo dalam survei terakhir yang kami lakukan,” ujar Hadi dalam rilis hasil survei di Hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta, Selasa, 2 April 2019.
Hadi menyampaikan, responden survei berjumlah 1.200 orang, serta tersebar di 34 provinsi. Ada juga 16,1 persen responden yang masih merahasiakan pilihannya dalam survei yang dilaksanakan pada 15 hingga 21 Maret 2019.
Peneliti Indo Barometer Hadi Suprapto Rusli memaparkan, ada lima indikator yang bakal mempengaruhi kemenangan Jokowi-Ma’ruf. Pertama, mayoritas publik merasa puas dengan kinerja Jokowi sebagai capres petahana.
Kualitas personal ini terdiri dari beberapa aspek seperti kemampuan memimpin, ketegasan, kewibawaan, kepintaran atau intelektualitas, Islami atau taat beragama, bersih dari korupsi, berpengalaman, dan perhatian atau dekat dengan rakyat. Berdasarkan kategori ini, Jokowi unggul di hampir semua aspek, sedangkan Prabowo hanya unggul di aspek ketegasan dan kewibawaan.
Indikator lainnya yang mempengaruhi kemenangan Jokowi-Ma’ruf ialah tiga kartu baru yang diperkenalkan Jokowi-Ma’ruf saat debat beberapa waktu lalu. Tiga kartu ini, kata Hadi, sangat disukai masyarakat. Tiga kartu tersebut yaitu Kartu Sembako Murah (KSM), Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah) dan Kartu Pra Kerja (KPK).
“Program tersebut disukai masyarakat di atas 85 persen, namun yang kenal atau tahu, belum maksimal atau di bawah 40 persen,” ujar Hadi.
Indikator keempat, mayoritas pemilih muslim menganggap Jokowi lebih mewakili aspirasi umat Islam dibanding Prabowo, termasuk di kalangan santri. Sebesar 45,5 persen responden beragama Islam menyatakan paling terwakili oleh Jokowi.
Sedangkan 30 persen respoden Islam merasa paling diwakili oleh Prabowo Subianto. Sementara responden Islam yang tidak menjawab atau tidak tahu sebesar 24,5 persen.
Hadi menyampaikan, indikator kelima yaitu keunggulan Jokowi-Ma’ruf merata di berbagai segmen penting pemilih, seperti jenis kelamin, desa/kota, pulau, agama, usia, pendidikan, dan lain-lain.
Responden yang menyatakan puas dengan kinerja Jokowi selama menjabat presiden sebesar 64,4 persen, sedangkan yang tidak puas hanya 31,6 persen.






