Menu

Mode Gelap
Ekspor Indonesia Masih Terjebak di Komoditas Mentah, Daya Saing Terancam Kedaulatan Rakyat Harus Dikembalikan Indonesia Pilih Perdamaian, Ingin Jadi Teman Semua dan Musuh tak Seorang Pun Otoriter ke Oligarki, Bukan ke Rakyat Indonesia Negara Paling Bahagia dan Optimis di Dunia Ganti Tujuh Menteri untuk Percepat Pengembalian Kedaulatan

INDAG

Pertemuan SPM IMT-GT Bahas Proker Meningkatkan Konektivitas dan Kerja Sama Ekonomi

badge-check

INAnews.co.id, Putrajaya– Rangkaian Pertemuan Strategic Planning Meeting (SPM)  Kerja Sama Indonesia–Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) di gelar di Putrajaya, Malaysia pada tanggal 25 s.d. 27 Februari 2025.  Pertemuan membahas program kerja untuk meningkatkan konektivitas dan kerjasama ekonomi dan sosial di sub-kawasan.

Pertemuan menyoroti rencana penyelenggaraan IMT-GT Summit pada margin Pertemuan ASEAN Summit, bulan Mei 2025 di Malaysia. Pertemuan juga mengangkat rencana Penandatangangan IMT-GT Framework of Cooperation on Customs, Immigration, and Quarantine (FoC on CIQ) untuk mengurangi hambatan birokrasi dan meningkatkan perdagangan, serta Penandatanganan MoU kerjasama Kelapa Sawit untuk memperkuat kerja sama hulu ke hilir dan pengembangan komoditas kelapa sawit yang berkelanjutan di kawasan IMT-GT.

Ketua Delegasi Indonesia, Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama dan Investasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Edi Prio Pambudi, menyampaikan bahwa penandatanganan 2 (dua) MoU tersebut sebagai momentum untuk meningkatkan kolaborasi antara Pemerintah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya dalam menghubungkan sektor produksi dan pasar. 

“Kita perlu segera mengidentifikasi solusi dan pendekatan pragmatis untuk mengurangi hambatan yang berkaitan dengan penerapan aturan non-tariff, seperti European Union Deforestation Regulation (EUDR) yang sangat berdampak pada komoditas kelapa sawit,” tambah Deputi Edi dikutip laman Kemenko Perekonomian.

Pertemuan juga membahas pentingnya peningkatan peran Pemerintah Daerah dengan menyusun mekanisme keikutsertaan Pemerintah Daerah dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek-proyek subregional.

Melalui pertemuan ini, IMT-GT berkomitmen untuk terus berkolaborasi dalam merumuskan strategi yang berkelanjutan dan inklusif, memastikan bahwa kawasan ini dapat menghadapi tantangan di masa depan dan terus berkembang sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Asia Tenggara.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Ekspor Indonesia Masih Terjebak di Komoditas Mentah, Daya Saing Terancam

23 Januari 2026 - 23:35 WIB

Kedaulatan Rakyat Harus Dikembalikan

23 Januari 2026 - 22:25 WIB

Indonesia Pilih Perdamaian, Ingin Jadi Teman Semua dan Musuh tak Seorang Pun

23 Januari 2026 - 21:55 WIB

Populer GLOBAL