Menu

Mode Gelap
Ekspor Indonesia Masih Terjebak di Komoditas Mentah, Daya Saing Terancam Kedaulatan Rakyat Harus Dikembalikan Indonesia Pilih Perdamaian, Ingin Jadi Teman Semua dan Musuh tak Seorang Pun Otoriter ke Oligarki, Bukan ke Rakyat Indonesia Negara Paling Bahagia dan Optimis di Dunia Ganti Tujuh Menteri untuk Percepat Pengembalian Kedaulatan

POLITIK

Fahira Idris Dukung dan Apresiasi Pramono yang Takkan Gelar Operasi Yustisi di Jakara

badge-check


					Foto: Fahira Idris (Anggota DPD RI), dok. kompas Perbesar

Foto: Fahira Idris (Anggota DPD RI), dok. kompas

INAnews.co.id, Jakarta– Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta, Fahira Idris menyatakan dukungan dan apresiasinya kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang takkan gelar operasi yustisi bagi pendatang.

“Saya mendukung dan mengapresiasi kebijakan Gubernur Pramono yang tidak akan menggelar operasi yustisi bagi pendatang setelah Lebaran 2025. Semua warga negara memiliki hak yang sama untuk berusaha dan berkembang di Jakarta,” sampai Fahira lewat akun X-nya, Senin (7/4/2025).

Menurut dia, dengan visi menjadi kota global, Jakarta harus terus menjadi kota yang inklusif. “Sebuah kota modern yang dapat diakses dan dihuni oleh semua orang tanpa diskriminasi,” katanya.

“Kota yang menghargai warganya secara setara, sehingga semua warga dapat berpartisipasi dalam berbagai bidang kehidupan,” imbuhnya.

Pramono memastikan bahwa Pemprov DKI akan mengandalkan pengecekan data kependudukan melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Bukan operasi yustisi.

“Pemerintah Jakarta tidak akan melakukan operasi yustisi tetapi kami akan melakukan pengecekan kependudukan,” kata Pramono beberapa waktu lalu di Monumen Nasional, Jakarta Pusat.

Pramono menyebut bahwa kebijakan di atas bertujuan memastikan ketertiban administrasi kependudukan tanpa pendekatan represif.

“Dengan identitas kependudukan yang jelas, pendatang dapat mengakses berbagai peluang di Jakarta. Jakarta terbuka bagi siapa saja, selama mereka memiliki dokumen yang sah,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Kedaulatan Rakyat Harus Dikembalikan

23 Januari 2026 - 22:25 WIB

Otoriter ke Oligarki, Bukan ke Rakyat

23 Januari 2026 - 21:20 WIB

Ganti Tujuh Menteri untuk Percepat Pengembalian Kedaulatan

23 Januari 2026 - 20:18 WIB

Populer POLITIK