Menu

Mode Gelap
Ekspor Indonesia Masih Terjebak di Komoditas Mentah, Daya Saing Terancam Kedaulatan Rakyat Harus Dikembalikan Indonesia Pilih Perdamaian, Ingin Jadi Teman Semua dan Musuh tak Seorang Pun Otoriter ke Oligarki, Bukan ke Rakyat Indonesia Negara Paling Bahagia dan Optimis di Dunia Ganti Tujuh Menteri untuk Percepat Pengembalian Kedaulatan

NASIONAL

Presiden Prabowo Tiba di Presidential Flight, Abu Dhabi

badge-check


					Foto: dok. BPMI Setpres Perbesar

Foto: dok. BPMI Setpres

INAnews.co.id, Jakarta– Presiden Prabowo Subianto, tiba di Presidential Flight, Abu Dhabi, Persatuan Emirat Arab (PEA) (9/4/205), sekitar pukul 06.30 waktu setempat.

Ketibaan Presiden disambut oleh Menteri Energi dan Infrastruktur PEA Suhail Mohamed Al Mazrouei, Duta Besar PEA untuk Indonesia Abdullah Salem AlDhaheri, Duta Besar Indonesia untuk PEA Husin Bagis, dan Atase Pertahanan KBRI Abu Dhabi Brigjen TNI Muhammad Irawadi.

Di Abu Dhabi, Presiden Prabowo akan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden PEA Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan. Pertemuan tersebut rencananya akan digelar di kediaman Presiden MBZ, Istana Qasr Al Shatie. Demikian dikutip akun X Kemensetneg.

Presiden Prabowo bertolak menuju Abu Dhabi, Persatuan Emirat Arab (PEA) (9/4), untuk memulai rangkaian kunjungannya ke kawasan Timur Tengah. Kali ini, Presiden Prabowo berkunjung ke lima negara yakni PEA, Turkiye, Mesir, Qatar, dan Yordania.

Dari Abu Dhabi, Presiden akan melanjutkan perjalanan menuju Turki untuk melakukan kunjungan kenegaraan balasan. Selain itu, Presiden juga akan menghadiri Antalya Diplomacy Forum sekaligus menjadi pembicara pada sesi leader’s talk.

Presiden selanjutnya menuju Kairo untuk berkonsultasi dengan Presiden Mesir Abdul Fattah El-Sisi. Setelahnya, Presiden direncanakan menuju Doha, Qatar untuk bertemu dengan Emir Qatar. Presiden akan mengakhiri lawatannya dengan mengunjungi Yordania.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Kedaulatan Rakyat Harus Dikembalikan

23 Januari 2026 - 22:25 WIB

Indonesia Pilih Perdamaian, Ingin Jadi Teman Semua dan Musuh tak Seorang Pun

23 Januari 2026 - 21:55 WIB

Otoriter ke Oligarki, Bukan ke Rakyat

23 Januari 2026 - 21:20 WIB

Populer POLITIK