Menu

Mode Gelap
Oknum Anggota TNI AL Terlibat Perkelahian di Talaud, Lanal Minta Maaf, Proses Hukum Berlanjut Ekspor Indonesia Masih Terjebak di Komoditas Mentah, Daya Saing Terancam Kedaulatan Rakyat Harus Dikembalikan Indonesia Pilih Perdamaian, Ingin Jadi Teman Semua dan Musuh tak Seorang Pun Otoriter ke Oligarki, Bukan ke Rakyat Indonesia Negara Paling Bahagia dan Optimis di Dunia

SOSIAL

Aliansi Buruh Indonesia Gelar Aksi Tolak Perang dan Dukung Kemerdekaan Palestina

badge-check


					Foto: dok. akun X KASBI Perbesar

Foto: dok. akun X KASBI

INAnews.co.id, Jakarta Ratusan buruh yang tergabung dalam Aliansi Buruh Indonesia Anti Perang dan Penjajahanmenggelar aksi massa pada peringatan 77 tahun Nakba, Kamis (15/5/2025). Aksi ini menuntut penghentian genosida di Gaza, penghapusan hak veto di Dewan Keamanan PBB, serta desakan kepada pemerintah Indonesia untuk lebih vokal mendukung kemerdekaan Palestina.

Tuntutan Utama Aksi

  1. Hentikan perang dan ciptakan perdamaian dunia
  2. Stop genosida di Gaza – dukung kemerdekaan Palestina
  3. Hapus hak veto di Dewan Keamanan PBB
  4. Desak pemerintah Prabowo aktif bela Palestina
  5. Seruan solidaritas global buruh untuk Palestina

Nakba 1948: Tragedi Kemanusiaan yang Berlanjut

Dalam pernyataan sikapnya, Aliansi Buruh menyoroti:

  • Pembersihan etnis sistematis oleh Zionis Israel pada 1948 yang mengusir 750.000–1 juta warga Palestina.
  • Pendudukan 78% wilayah Palestina yang berlanjut hingga kini.
  • Genosida terkini di Gaza (2023–2025) dengan korban 45.000+ tewas (data PBB).

“Kami mengutuk kejahatan kemanusiaan Zionis Israel yang didukung AS dan sekutunya. Buruh Indonesia berdiri bersama rakyat Palestina!” tegas perwakilan aksi di depan Istana Merdeka.

Kritik kepada PBB dan AS

Aksi ini juga menyoroti:

  • Kegagalan PBB akibat hak veto AS yang memblokir 45 resolusi pro-Palestina (data Al Jazeera).
  • Peran Donald Trump sebagai “wajah imperialis AS paling barbar” yang mendukung pendudukan ilegal.
  • Dampak perang terhadap buruh global, termasuk PHK massal di industri senjata dan migrasi paksa.

Tuntutan kepada Pemerintah Indonesia

Aliansi mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk:

  • Memperkuat diplomasi pro-Palestina di forum internasional.
  • Menjalankan amanat Pembukaan UUD 1945 tentang “ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan dan keadilan sosial”.
  • Menghentikan kerja sama militer tidak langsung dengan Israel melalui negara ketiga.

Aksi Solidaritas Global

Aksi ini serentak digelar di:

  • Bandung: Pawai budaya dengan pembacaan puisi Darwish.
  • Surabaya: Pengumpulan dana untuk pengungsi Gaza.
  • Medan: Pemutaran film dokumenter “The Occupation of the American Mind”.

Respons Publik:

  • Kemenlu RI: Menegaskan komitmen Indonesia untuk dua negara solusi (KompasTV).
  • FPBI: “Perang hanya menguntungkan oligarki senjata, rakyatlah yang menderita” (Twitter @FPBI_Official).

Tindak Lanjut:
Aliansi akan mengirim delegasi ke Jenewa untuk mendorong sidang khusus
Dewan HAM PBB tentang Palestina.“Perjuangan buruh adalah perjuangan kemanusiaan. Hari ini, kami bersuara untuk Palestina!”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Kedaulatan Rakyat Harus Dikembalikan

23 Januari 2026 - 22:25 WIB

Indonesia Pilih Perdamaian, Ingin Jadi Teman Semua dan Musuh tak Seorang Pun

23 Januari 2026 - 21:55 WIB

Otoriter ke Oligarki, Bukan ke Rakyat

23 Januari 2026 - 21:20 WIB

Populer POLITIK