Menu

Mode Gelap
Ekspor Indonesia Masih Terjebak di Komoditas Mentah, Daya Saing Terancam Kedaulatan Rakyat Harus Dikembalikan Indonesia Pilih Perdamaian, Ingin Jadi Teman Semua dan Musuh tak Seorang Pun Otoriter ke Oligarki, Bukan ke Rakyat Indonesia Negara Paling Bahagia dan Optimis di Dunia Ganti Tujuh Menteri untuk Percepat Pengembalian Kedaulatan

BUDAYA

Menbud Kunjungi Petirtaan Jolotundo, Dorong Peningkatan Status Cagar Budaya

badge-check


					Foto: dok. akun X Fadli Zon Perbesar

Foto: dok. akun X Fadli Zon

INAnews.co.id, Mojokerto– Menteri Kebudayaan (Menbud) memulai rangkaian kegiatannya di Dusun Balekambang, Desa Seloliman, Trawas, Mojokerto, Jawa Timur, hari ini dengan mengunjungi Petirtaan Jolotundo. Kunjungan ini menegaskan kembali pentingnya situs bersejarah sebagai warisan peradaban Nusantara.

Petirtaan Jolotundo, yang didirikan pada tahun 977 Masehi, setengah abad setelah Mpu Sindok membangun kerajaan bercorak Hindu-Buddha di Jawa Timur, terletak di lereng Gunung Penanggungan. Situs ini dikenal memiliki 16 buah relief cerita yang berawal di sudut timur laut bilik tengah, merefleksikan nilai-nilai budaya, sejarah, kearifan lokal, dan spiritualitas yang mendalam, terutama terkait hubungan manusia dengan alam.

Dalam cuitannya, Selasa (10/6/2025), Menbud menyatakan bahwa sebagai situs cagar budaya, Petirtaan Jolotundo merupakan warisan agung peradaban Nusantara. Ia menekankan bahwa petirtaan, yang erat kaitannya dengan tirtha atau air, perlu terus dirawat, dilestarikan, dan dimanfaatkan.

Pada kesempatan ini, Menteri Kebudayaan juga mendorong upaya pemeringkatan situs bersejarah ini. Peningkatan status diharapkan dapat semakin memperkuat perlindungan dan promosi Petirtaan Jolotundo di kancah nasional maupun internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Kedaulatan Rakyat Harus Dikembalikan

23 Januari 2026 - 22:25 WIB

Indonesia Pilih Perdamaian, Ingin Jadi Teman Semua dan Musuh tak Seorang Pun

23 Januari 2026 - 21:55 WIB

Otoriter ke Oligarki, Bukan ke Rakyat

23 Januari 2026 - 21:20 WIB

Populer POLITIK