INAnews.co.id, Jakarta– Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Fahri Hamzah, menegaskan bahwa peresmian Koperasi Merah Putih oleh Presiden Prabowo Subianto merupakan momentum penting untuk mengembalikan jiwa perekonomian nasional yang berlandaskan Pancasila. Hal ini disampaikan Fahri Hamzah dalam tulisannya yang menyoroti komitmen Presiden Prabowo terhadap ekonomi kerakyatan dan sejarah panjang keluarganya dalam mendukung gerakan koperasi di Indonesia.
Fahri Hamzah mengutip pesan mendalam Presiden Prabowo yang menekankan pentingnya persatuan bagi kaum lemah melalui koperasi. “Orang-orang lemah harus berkumpul, koperasi adalah alat perjuangan kaum yang lemah, seperti lidi, mudah patah kalau sendiri, kita perlu bersatu untuk menjadi kuat. Koperasi adalah alat perjuangan kita!” ujar Fahri, menirukan pesan Presiden di akun X-nya, Senin.
Ia menjelaskan bahwa sistem kapitalisme global telah menciptakan ketimpangan ekonomi yang signifikan di negara berkembang seperti Indonesia. Menurutnya, model ekonomi kapitalisme penuh tidak sepenuhnya selaras dengan semangat gotong royong dan keadilan sosial yang menjadi inti Pancasila. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan ekonomi yang lebih berkeadilan, melibatkan seluruh rakyat dalam pengelolaan sumber daya.
Fahri Hamzah menyoroti bahwa perjuangan ekonomi kerakyatan telah mengakar kuat dalam keluarga Presiden Prabowo Subianto Djojohadikusumo. Eyang Margono Djojohadikusumo, pendiri Bank Negara Indonesia (BNI), berjuang mendirikan bank dan koperasi untuk memastikan rakyat memiliki akses terhadap permodalan.
Tak hanya itu, Profesor Sumitro Djojohadikusumo, ayahanda Presiden Prabowo, dikenal sebagai ekonom begawan dan pendiri berbagai gerakan koperasi. Beliau meyakini bahwa perekonomian harus bertumpu pada usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan.
“Presiden Prabowo sendiri, dalam tuturnya pagi ini, adalah aktivis gerakan koperasi,” ungkap Fahri.
Sebagai pemimpin bangsa, Prabowo berkomitmen untuk mengembalikan ruh ekonomi kerakyatan melalui penguatan koperasi yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.
Fahri Hamzah menjelaskan bahwa koperasi memiliki keunggulan yang selaras dengan jiwa Pancasila. Prinsip kesetaraan anggota, musyawarah mufakat, dan keadilan sosial menjadikan koperasi model ekonomi yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga pada keseimbangan dan kesejahteraan bersama.
Dengan diresmikannya Koperasi Merah Putih, Fahri Hamzah berharap semangat ekonomi kerakyatan dapat kembali mengakar kuat dalam perekonomian Indonesia. Koperasi ini diharapkan menjadi simbol harapan untuk mengembalikan ekonomi nasional ke jalur yang benar, mengutamakan keadilan dan kesejahteraan seluruh rakyat.
“Koperasi Merah Putih menjadi momentum untuk membangun ekonomi yang lebih berkelanjutan dan berkeadilan, sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia,” tegas Fahri, mengutip Bung Hatta bahwa “koperasi adalah soko guru perekonomian nasional.”
Fahri Hamzah juga menyampaikan selamat kepada para penggerak, anggota, dan aktivis gerakan koperasi di seluruh Indonesia, yang kini langsung dipimpin oleh seorang Presiden yang memahami dan memiliki akar sejarah dalam pergerakan ini.






