Menu

Mode Gelap
Ekspor Indonesia Masih Terjebak di Komoditas Mentah, Daya Saing Terancam Kedaulatan Rakyat Harus Dikembalikan Indonesia Pilih Perdamaian, Ingin Jadi Teman Semua dan Musuh tak Seorang Pun Otoriter ke Oligarki, Bukan ke Rakyat Indonesia Negara Paling Bahagia dan Optimis di Dunia Ganti Tujuh Menteri untuk Percepat Pengembalian Kedaulatan

DAERAH

FPI Minta Presiden Bubarkan PWI-LS karena Melakukan Penyerangan Sistematis

badge-check


					Foto: Habib Muhammad/tangkapan layar Perbesar

Foto: Habib Muhammad/tangkapan layar

INAnews.co.id, Jakarta– Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Front Persaudaraan Islam (FPI) mengeluarkan pernyataan keras mengutuk penyerangan yang dilakukan kelompok yang disebut sebagai PW-ILS terhadap acara tabligh akbar di Pemalang, Jawa Tengah.

Dalam pernyataan sikapnya, FPI menuduh PW-ILS melakukan penyerangan secara terencana dan sistematis. Hal ini dibuktikan dengan beredarnya surat permohonan pengerahan pasukan bernomor 24/PWILS-PML/7/2025 tertanggal 12 Juli 2025 yang meminta bantuan dari berbagai daerah.

“Ini bukan tindakan spontan, tetapi aksi yang sudah direncanakan jauh-jauh hari,” tegas pernyataan FPI yang dibacakan Habib Muhammad lewat akun YouTube IBTV, Kamis, di hadapan jemaah.

FPI juga menuntut Presiden Prabowo Subianto untuk mengambil langkah tegas dengan membubarkan organisasi PW-ILS yang dinilai telah menjadi ancaman bagi persatuan nasional.

“Kami menuntut Bapak Presiden untuk membubarkan ormas yang telah nyata secara sistematis menjadi ancaman persatuan nasional,” bunyi tuntutan dalam pernyataan tersebut.

Selain itu, FPI juga meminta aparat penegak hukum menangkap dan memproses hukum para pelaku penyerangan serta dalang intelektual di balik aksi tersebut.

Tujuh Orang Terluka dalam Bentrokan

Tujuh orang dilaporkan mengalami luka-luka akibat bentrokan yang terjadi saat acara tabligh akbar yang dihadiri Habib Rizieq Shihab di Desa Pegundang, Kecamatan petarukan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, pada Rabu (23/7) malam sekitar pukul 22.00 WIB.

Menurut keterangan saksi mata, insiden bermula ketika sekelompok massa yang diduga berasal dari organisasi PWI-LS melakukan penyerangan terhadap jamaah yang menghadiri acara keagamaan tersebut. Para penyerang dilaporkan membawa kayu pentungan, bebatuan, dan senjata tajam.

“Situasi menjadi chaos karena di antara jamaah banyak ibu-ibu dan anak-anak. Kami khawatir akan ada korban yang lebih parah,” ujar salah seorang saksi yang enggan disebutkan namanya diungkap Habib Muhammad.

Ribuan jamaah yang hadir dalam acara tabligh akbar tersebut sempat panik dan berusaha menyelamatkan diri. Ketujuh korban yang terluka kini tengah mendapat perawatan medis di rumah sakit setempat.

Polres Pemalang belum memberikan keterangan resmi terkait insiden ini. Pihak keamanan masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif dan dalang di balik penyerangan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Kerawanan Pangan Papua Tetap Tinggi, Kemiskinan Jadi Faktor Utama

23 Januari 2026 - 18:25 WIB

Morowali Jadi Simbol Penyerahan Lima Kedaulatan Sekaligus ke China

23 Januari 2026 - 16:09 WIB

Bank Banten (BEKS) Gelar RUPSLB Bahas Perubahan Pengurus

23 Januari 2026 - 15:03 WIB

Populer DAERAH