INAnews.co.id, Serang– Bank Banten merayakan ulang tahun ke-9 dengan pencapaian kinerja keuangan yang mencengangkan. Bank pembangunan daerah milik Provinsi Banten ini berhasil membukukan total aset fantastis sebesar Rp8,5 triliun per Juni 2025, naik Rp1,4 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya.
“Bank Banten bangkit adalah lilin kecil yang terus membakar semangat seluruh Banteners untuk menenggelamkan masa lalu yang kelam menuju masa depan yang terang benderang,” ujar Direktur Utama Bank Banten Muhammad Busthami dalam sambutan peringatan HUT ke-9, Selasa (29/7/2025), di Serang.
Busthami mengungkapkan perjalanan panjang Bank Banten yang sempat mengalami berbagai krisis, mulai dari permasalahan operasional kompleks, kesulitan bisnis perbankan, fluktuasi finansial, hingga krisis kepercayaan yang nyaris mengubur harapan institusi keuangan berusia 9 tahun ini.
Kinerja keuangan Bank Banten di semester I-2025 menunjukkan akselerasi luar biasa. Pertumbuhan laba yang mencengangkan.
“Laba bersih setelah pajak melonjak 81,84 persen menjadi Rp6,3 miliar (Juni 2025) dari Rp3,46 miliar (Juni 2024). Laba bersih tahunan naik dari Rp26,59 miliar (2023) menjadi Rp29,33 miliar (2024).”
Kedua, ekspansi aset dan bisnis: total aset mencapai Rp8,5 triliun, tumbuh 19,6 persen dari Rp7,12 triliun, kredit yang disalurkan mencapai Rp4,16 triliun, naik 14,41 persen, dana pihak ketiga membengkak dari Rp4,64 triliun menjadi Rp5,89 triliun, dan pendapatan bunga bersih meningkat menjadi Rp97,8 miliar dari Rp84 miliar.
Dalam momentum HUT ke-9, Gubernur Banten memberikan “hadiah terindah” berupa kantor pusat baru bernama Graha Bank Banten yang berdiri megah di Jalan Raya Serang No. 4, Serang Kota.
“Graha Bank Banten merupakan simbol transformasi serta komitmen keras seluruh Banteners untuk melayani lebih luas, tumbuh lebih kuat, dan memberi arti lebih besar bagi masyarakat,” tegas Busthami.
Gedung baru ini juga akan menjadi tempat beroperasinya mesin sortir uang Republik Indonesia daerah Banten, menandai peran strategis Bank Banten dalam ekosistem keuangan regional.
Bank Banten mendasarkan transformasinya pada filosofi hidup masyarakat Banten yang kental dengan nilai-nilai perjuangan. Pertama, “Ina pelih jadi pelera” (Yang pilih jadi pilihan). Kedua, “Bunte ngopek mual nyapek” (Bante kerja keras tanpa lelah).
Ketiga, “Bunte ngakal mual ngakal” (Bante berakal tanpa akal-akalan). Adapun keempat, “Bunte ngarah mual ngarih” (Bante terarah tanpa menyimpang).
Busthami mengingatkan warisan bersejarah Bank Banten yang dimulai Sultan Ageng Tirtayasa dengan Bank Banten Jilid I (1663) dan dilanjutkan Mayor Sahra Sasrakusuma dengan Bank Banten Jilid II (1954).
“Seorang sejarawan Banten pernah menegaskan: berapapun harga yang harus dibayar, Bank Banten harus diselamatkan. Kemunduran sejarah bila Bank Banten sampai tamat, karena Bank Banten telah menjadi identitas masyarakat Banten,” kutip Busthami.
Dengan dukungan penuh Pemerintah Provinsi Banten selaku pemegang saham pengendali, serta seluruh stakeholder termasuk Bupati, Wali Kota, dan komponen masyarakat, Bank Banten menargetkan dapat sejajar dengan bank pembangunan daerah terbaik di Indonesia.
“Kami berkomitmen menjadikan Bank Banten sebagai mitra terpercaya dan sejahtera utama, rumah besar tempat bersandar, rumah kuat untuk menggantung harapan, dan rumah yang selalu mendatangkan keberkahan,” pungkas Direktur Utama yang akrab disapa Banteners ini.
Bank Banten kini resmi berstatus Bank Pembangunan Usaha Milik Daerah berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 5 Tahun 2023, siap melanjutkan misi membangun Banten yang “maju, adil, berada, dan tidak korupsi.”
Hadir di HUT ke-9 dan Peresmian Grha Bank Banten: Kepala Kajati Banten, Siswanto, OJK Banten, Wakil Ketua DPRD Banten, Sekda Provinsi Banten, Wali Kota Serang, Bupati Lebak, Bupati Serang, Bupati Pandeglang, Ketua DPRD Kota Serang, Wali Kota Tangerang, Wakil Ketua Komisi III Provinsi Banten, Ketua DPRD Provinsi Banten, tokoh masyarakat Banten, investor, dan lainnya.






