INAnews.co.id, Jakarta– Menjelang satu tahun pemerintahan, legitimasi Presiden Prabowo Subianto dinilai terus tergerus akibat berbagai krisis yang belum terselesaikan. Para pengamat mulai menyebut ini sebagai tahun “pericolo” – tahun yang menyerempet bahaya.
Rocky Gerung menilai Prabowo membutuhkan “radical break” atau terobosan radikal yang bisa memulihkan kepercayaan publik. “Harus ada satu event, satu peristiwa yang membuat orang percaya bahwa kendali kekuasaan, kendali keadilan, kendali kesejahteraan ada pada Prabowo,” ujarnya lewat akun YouTube-nya, Selasa.
Retorika patriotisme dinilai tidak lagi efektif menghadapi realitas ekonomi yang sulit. “Bagi emak-emak yang setiap ke ATM lihat tabungannya berkurang terus, itu enggak ada urusannya dengan patriotisme,” tambah Rocky.
Tanpa terobosan nyata, dikhawatirkan legitimasi Prabowo akan terus merosot, terutama jika krisis ekonomi berkelanjutan memicu keresahan sosial seperti yang terjadi di Malaysia terhadap Anwar Ibrahim.






