Menu

Mode Gelap
Ekspor Indonesia Masih Terjebak di Komoditas Mentah, Daya Saing Terancam Kedaulatan Rakyat Harus Dikembalikan Indonesia Pilih Perdamaian, Ingin Jadi Teman Semua dan Musuh tak Seorang Pun Otoriter ke Oligarki, Bukan ke Rakyat Indonesia Negara Paling Bahagia dan Optimis di Dunia Ganti Tujuh Menteri untuk Percepat Pengembalian Kedaulatan

NASIONAL

Analisis Konspirasi Digital di Balik Kerusuhan 25-28 Agustus

badge-check


					Foto: dok. detik Perbesar

Foto: dok. detik

INAnews.co.id, Jakarta– Ketua Umum KSPSI Jumhur Hidayat mengungkapkan adanya analisis mendalam tentang konspirasi digital yang diduga memanfaatkan kerusuhan Agustus lalu untuk mengalihkan isu pemakzulan Gibran Rakabuming Raka.

Dalam wawancara dengan Refly Harun, Jumhur memaparkan dokumen analisis yang melibatkan pemantauan 500.000 data poin dari berbagai platform media sosial termasuk Twitter (X), Facebook, Telegram, dan TikTok.

“Ada metodologi investigasi jaringan media sosial menggunakan tools Maltego GPI dan Node XL untuk pemetaan jaringan terkoordinasi, bahkan blockchain analysis untuk pelacakan aliran dana mencurigakan,” ungkap Jumhur di kanal Refly Harun, Selasa.

Analisis tersebut menyebutkan temuan utama berupa keterlibatan “Gang Jokowi plus taipan keturunan asing” dalam pola amplifikasi untuk mengalihkan perhatian dari isu Gibran.

Jumhur menyatakan bahwa kerusuhan yang terjadi pada 25 dan 28 Agustus bukan spontan, melainkan ada dalang yang bermain dengan “helicopter view” untuk memanfaatkan situasi konflik vertikal menjadi keuntungan politik tertentu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Kedaulatan Rakyat Harus Dikembalikan

23 Januari 2026 - 22:25 WIB

Indonesia Pilih Perdamaian, Ingin Jadi Teman Semua dan Musuh tak Seorang Pun

23 Januari 2026 - 21:55 WIB

Otoriter ke Oligarki, Bukan ke Rakyat

23 Januari 2026 - 21:20 WIB

Populer POLITIK