INAnews.co.id, Yogyakarta– Anies Rasyid Baswedan memberikan panduan tegas tentang cara mengendalikan kepentingan pribadi dalam kepemimpinan, termasuk larangan melibatkan keluarga dalam aktivitas pemerintahan.
Saat menjawab pertanyaan mahasiswa UII tentang cara meminimalisir kepentingan pribadi, Anies menegaskan tiga prinsip utama: transparansi, meritokrasi, dan pemisahan urusan keluarga dari pemerintahan.
“Pegang prinsip sederhana: nomor satukan meritokrasi, jangan koneksi, dan jangan libatkan keluarga di dalam aktivitas pemerintahan,” tegas Anies di hadapan mahasiswa UII yang diunggah kanal YouTube-nya Selasa (16/9/2025).
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menjelaskan bahwa kepentingan pribadi menjadi masalah ketika berlawanan dengan kepentingan umum. “Kepentingan pribadi menjadi bermasalah ketika kepentingan pribadinya berlawanan dengan kepentingan umum. Kalau sejalan dengan kepentingan umum, baik-baik saja.”
Anies juga menekankan pentingnya meritokrasi dalam pemerintahan. “Meritokrasi artinya tugas diberikan kepada yang berprestasi, bukan yang punya koneksi. Koneksi itu bisa koneksi keluarga, koneksi pertemanan, koneksi sama organisasinya.”
Dia menambahkan bahwa wilayah pemerintahan adalah wilayah publik yang harus mengandalkan proses meritokrasi, berbeda dengan kegiatan pribadi di luar pemerintahan.






